Pohon Ratusan Tahun di TPU Naga Swidak Roboh Diterjang Angin Kencang, Puluhan Makam Rusak
Kharisma Tri Saputra April 25, 2026 11:01 PM

 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Peristiwa tumbangnya pohon berukuran besar di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Naga Swidak, Lorong Rukun 1, Kelurahan 14 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu II, Palembang, pada Sabtu (25/4/2026) siang, sempat mengejutkan warga sekitar.

Pohon berusia ratusan tahun itu roboh setelah diterjang angin kencang disertai hujan singkat sekitar pukul 14.00 WIB atau tepat setelah waktu Zuhur.

Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Namun, tumbangnya pohon tersebut mengakibatkan kerusakan pada puluhan makam yang berada di bawahnya.

Salah satu saksi mata, Imron (52), menuturkan detik-detik mencekam saat pohon tersebut mulai tumbang. Saat kejadian, ia dan dua rekannya sedang beristirahat di bawah pohon setelah selesai menggali liang lahat.

"Kami sempat mendengar suara kayu patah yang keras. Tanpa pikir panjang, kami bertiga langsung berusaha menyelamatkan diri. Alhamdulillah kami selamat, meski teman saya ada yang mengalami luka di bagian kaki akibat terinjak keramik makam saat berlari," ujar Imron saat ditemui di lokasi kejadian.

"Usia pohon ini kalau tidak salah sudah ratusan tahun, karena sejak saya kecil pohon ini sudah ada, dan kini saya sudah 52 tahun," tambahnya.

Hal tersebut juga dibenarkan rekan Imron saat melihat kondisi pohon.

Kondisi Pohon Memang Sudah Lapuk
Berdasarkan pantauan Tribunsumsel.com - Sripoku.com di lapangan, pohon besar yang tumbang tersebut merupakan perpaduan antara pohon tembesu dan pohon ara.

Struktur pohon sudah tidak lagi kokoh karena akar utamanya telah lapuk. Kondisi ini semakin diperparah oleh lilitan pohon ara yang menutupi hampir seluruh batang pohon inangnya.

Warga sekitar, Taupik, mengaku sebenarnya sudah memiliki firasat bahwa pohon tersebut akan tumbang. Ia menyebut kemiringan pohon sudah terlihat jelas dalam beberapa hari terakhir.

"Saya sebenarnya sudah curiga. Biasanya kalau lewat di bawah pohon itu saya bisa berdiri tegak, tapi beberapa hari terakhir posisinya makin condong, sehingga kalau melintas harus menunduk," ungkap Taupik.

Menurutnya, area di bawah pohon tersebut memang menjadi tempat favorit warga untuk berteduh karena rindangnya dedaunan.

Kerusakan Makam
Dampak dari tumbangnya pohon ini cukup luas. Puluhan nisan dan struktur bangunan makam di sekitar lokasi terlihat hancur tertimpa batang pohon yang besar.

Peristiwa ini sempat menarik perhatian masyarakat setelah video dan foto pascakejadian tersebar luas di media sosial. Warga berharap pihak terkait segera melakukan pembersihan material kayu agar area makam bisa segera diperbaiki dan akses peziarah kembali normal.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.