Perpani Tapin Siapkan Atlet dari Pemula hingga Senior Hadapi Kejuaraan Balangan 
Hari Widodo April 26, 2026 12:05 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Atlet panahan di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan terus mengintensifkan latihan menjelang kejuaraan Bupati Balangan Cup yang dijadwalkan berlangsung dalam sepekan ke depan. 

Pelatih panahan Tapin, Faisal, mengatakan latihan yang digelar di Lapangan Panahan Rantau Baru merupakan kegiatan rutin harian. 

Namun, menjelang lomba, intensitas latihan para atlet ditingkatkan. 

“Ini kegiatan rutin biasa saja, latihan harian. Tapi karena ada event, atlet yang akan ikut jadi lebih sering berlatih,” ujarnya, Sabtu (25/4/2026). 

Baca juga: SMA KORPRI Banjarmasin Bina Bibit Atlet Muda Panahan, Jadi Pusat Latihan dan Pembinaan

Ia menjelaskan, latihan untuk atlet pemula biasanya dijadwalkan tiga kali dalam sepekan, yakni Selasa, Kamis, dan Sabtu. 

Sementara atlet yang sudah memiliki peralatan sendiri dan lebih berpengalaman, berlatih hampir setiap hari. 

“Biasanya latihan dimulai sekitar pukul 16.00 Wita atau setelah Asar sampai sekitar pukul 17.00 Wita,” jelasnya. 

Dalam kejuaraan Bupati Balangan Cup nanti, Perpani Tapin akan menurunkan sejumlah atlet dari berbagai kategori, mulai dari kelompok usia anak-anak hingga dewasa.

Untuk kategori dewasa, masing-masing tiga atlet putra dan putri akan diberangkatkan. 

Sementara dari kategori usia dini dan junior juga disiapkan beberapa atlet yang akan turut ambil bagian. 

Sebelumnya, atlet panahan Tapin juga telah mengikuti kejuaraan di Kabupaten Tanah Bumbu dan berhasil membawa pulang sejumlah prestasi.

“Ada satu atlet yang meraih juara pertama, kemudian ada juga yang mendapatkan medali perunggu. Mereka ini juga akan kembali ikut di Balangan,” ungkap Faisal. 

Faisal berharap capaian tersebut bisa kembali terulang, bahkan meningkat, pada kejuaraan mendatang.

Meski demikian, Faisal mengakui masih ada sejumlah kendala yang dihadapi, terutama terkait sarana dan prasarana latihan. 

Salah satunya adalah belum adanya penahan laju anak panah di bagian belakang lapangan. 

“Kalau anak panah meleset, bisa sampai ke sungai dan hilang. Ini yang jadi kendala, sehingga kami sangat berharap ada bantuan untuk penahan di belakang,” jelasnya. 

Baca juga: Ekspedisi Berbagi Hadirkan Cinta dan Bahagia dari YBM PLN untuk Desa Panahan

Selain itu, kondisi lapangan juga belum sepenuhnya memenuhi standar pertandingan. 

Saat ini, jarak efektif lapangan baru mencapai 40 meter, sementara untuk lomba resmi dibutuhkan hingga 70 meter. 

“Harapannya ada dukungan dari pemerintah, KONI, maupun Perpani untuk melengkapi fasilitas latihan kami,” pungkasnya. (Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.