Jumlah Korban Pengasuh Daycare Yogyakarta Mencapai 103 Anak, 53 Alami Kekerasan Fisik
Ardhi Sanjaya April 26, 2026 12:07 AM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Fakta mengejutkan kembali terungkap dalam kasus dugaan kekerasan di daycare Little Aresha, Sorosutan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Polresta Yogyakarta mencatat jumlah total korban mencapai 103 anak, dengan puluhan di antaranya terkonfirmasi mengalami kekerasan fisik.

Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Rizky Adrian, menjelaskan bahwa ratusan anak tersebut berada dalam rentang usia yang sangat rentan, yakni mulai dari bayi berusia 0 hingga balita.

 Berdasarkan data yang dihimpun penyidik, tindakan kekerasan terdeteksi dialami oleh lebih dari separuh total anak yang dititipkan.

“Kalau jumlah semua kita lihat itu 103 anak. Tapi kalau untuk yang kita lihat ada tindakan kekerasannya, itu sekitar 53 orang. By data, ya,” ujar Adrian saat ditemui di Mapolresta Yogyakarta, Sabtu (25/4/2026).

Penyelidikan kepolisian mengungkap bahwa daycare Little Aresha setidaknya telah beroperasi selama lebih dari satu tahun. Sebagian besar pengasuh yang bekerja di tempat tersebut juga diketahui sudah memiliki masa kerja yang cukup lama.

Adrian menyebut jumlah korban ini masih sangat mungkin bertambah seiring dengan pengembangan kasus dan pemeriksaan saksi-saksi tambahan. 

Meski demikian, pihak kepolisian belum membeberkan secara rinci motif di balik tindakan keji para pengasuh tersebut.

“Nanti akan dilakukan rilis secara lengkap pada Senin pagi,” ucap Adrian singkat.

Kekecewaan mendalam dirasakan para orangtua yang selama ini memercayakan anak mereka di tempat tersebut. Aldewa, salah satu orangtua, mengaku sempat menemukan luka lebam di kaki anaknya. Namun, saat itu ia dan istrinya menduga luka tersebut hanya karena jatuh saat bermain.

“Terakhir kemarin dijemput mbahnya itu ada luka lebam di kaki. Istri saya bilang kayaknya jatuh deh. Ya sudah, saya juga enggak tanya pihak sekolah,” kata Aldewa.

Kasus ini mulai meledak setelah video yang memperlihatkan anak-anak dalam posisi tangan dan kaki diikat viral di media sosial.

Hal ini memicu gelombang laporan dari orangtua lain yang akhirnya menyadari bahwa luka atau perubahan perilaku anak mereka selama ini diduga kuat akibat penganiayaan dan penelantaran di daycare tersebut.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.