Pengakuan Man Pelaku Penusukan Kakek 4 Cucu di Surabaya: Saya Sakit Hati
Cak Sur April 26, 2026 12:32 AM

SURYA.CO.ID, SURABAYA – Pengakuan mengejutkan disampaikan AR (45) alias Man, pelaku penusukan terhadap seorang kakek 4 cucu berinisial MJ (59) di Jalan Pragoto II, Simokerto, Surabaya, Jawa Timur (Jatim) pada Kamis (23/4/2026).

Pelaku berhasil ditangkap Tim Jatanras Polrestabes Surabaya kurang dari 1x24 jam setelah kejadian.

  • Pelaku AR (45) alias Man ditangkap
  • Korban MJ (59), kakek empat cucu
  • Kejadian Kamis (23/4/2026)
  • Lokasi  Jalan Pragoto II, Simokerto

Baca juga: UPDATE Kakek Simokerto Surabaya Tewas Penuh Luka Tusuk: Motif Asmara Mencuat

Pelaku Akui Tusuk Korban di Tiga Titik

Dalam video interogasi yang diunggah akun Instagram @jatanrassurabaya, pelaku mengaku menusuk korban di tiga bagian tubuh.

Ia bahkan memperagakan lokasi luka tusukan tersebut, yakni di leher kiri, dada kanan dan kepala.

"Leher kiri, dada kanan, kepala, iya (ada 3 titik luka tusukan)," ujar pelaku dalam video tersebut.

  • Tiga luka tusukan di tubuh korban
  • Bagian leher, dada, dan kepala
  • Pelaku memperagakan langsung saat interogasi

Baca juga: Kronologi Kakek 4 Cucu di Simokerto Surabaya Tewas Ditusuk Teman Sendiri

Motif Sakit Hati Soal Keluarga

Pelaku berdalih nekat menghabisi korban karena dilatarbelakangi rasa sakit hati.

Ia mengaku korban diduga hendak melakukan tindakan tidak pantas terhadap anggota keluarganya.

"Ya dia kurang ajar pak, dia mau tiduri anak saya... Saya sakit hati pak," katanya.

  • Motif sakit hati
  • Terkait dugaan pelecehan keluarga
  • Pelaku emosi hingga nekat menusuk

Baca juga: Saksi Kata Kasus Penusukan Kakek 4 Cucu di Surabaya: Polisi Kantongi Identitas 4 Pelaku

Kabur ke Madura Usai Kejadian

Setelah melakukan penusukan, pelaku langsung melarikan diri dari Surabaya.

Ia sempat pulang ke rumah untuk berkemas sebelum kabur ke wilayah Kabupaten Sampang, Madura.

"Setelah aku menikam korban, saya kabur ke rumah, berkemas, lalu kabur lagi ke Madura," ungkapnya.

  • Pelaku kabur usai kejadian
  • Sempat berkemas di rumah
  • Bersembunyi di Sampang, Madura

Baca juga: BREAKING NEWS Kakek 4 Cucu di Simokerto Surabaya Ditemukan Tewas Penuh Luka Tusuk

KASUS PENUSUKAN - Iwan (34), adik sepupu korban MJ, saat menunjukkan lokasi korban terkapar di tengah gang permukiman padat penduduk kawasan Jalan Pragoto II, Simokerto, Surabaya, Jawa Timur pada Kamis (23/4/2026) pagi.
KASUS PENUSUKAN - Iwan (34), adik sepupu korban MJ, saat menunjukkan lokasi korban terkapar di tengah gang permukiman padat penduduk kawasan Jalan Pragoto II, Simokerto, Surabaya, Jawa Timur pada Kamis (23/4/2026) pagi. (Surya.co.id/Luhur Pambudi)

Residivis dan Pernah Masuk DPO

Dari catatan kepolisian, AR bukan pelaku baru. Ia diketahui merupakan residivis kasus narkotika dan baru bebas pada 2023.

Selain itu, namanya juga pernah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) kasus penadahan motor curian.

Polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk pakaian yang digunakan pelaku serta pisau yang diduga menjadi alat penusukan.

  • Pelaku residivis narkotika
  • Pernah masuk DPO penadahan
  • Barang bukti pisau dan pakaian diamankan

Ditangkap Kurang dari 24 Jam

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Edy Herwiyanto memastikan pelaku berhasil ditangkap dalam waktu cepat.

"Alhamdulillah sudah tertangkap dalam waktu 1 x 24 jam. Berkat doa dan bantuan masyarakat," ujarnya.

  • Pelaku ditangkap < 24>
  • Tim Jatanras bergerak cepat
  • Peran masyarakat membantu pengungkapan

Sosok Pelaku Dikenal Warga

Menurut keterangan keluarga korban, Iwan (34), pelaku dikenal sebagai teman tongkrongan korban dan kerap datang ke lingkungan tersebut.

Warga sekitar juga mengenal pelaku dengan panggilan “Man”, meski tidak banyak yang mengetahui identitas lengkapnya.

"Orang di sini banyak kenal, ya sama si Man itu. Karena sering ke sini juga mainnya," ujar Iwan.

  • Pelaku dikenal warga sekitar
  • Sering bergaul dengan korban
  • Identitas lengkap tidak banyak diketahui

Saksi Sempat Berpapasan dengan Pelaku

Iwan mengaku sempat berpapasan dengan pelaku pada pagi hari sebelum kejadian, saat dirinya berada di depan rumah.

Namun, saat itu ia belum mengetahui bahwa pelaku baru saja terlibat cekcok dengan korban.

Ia baru mengetahui kejadian setelah mendengar teriakan istrinya yang mendapat kabar korban terkapar dengan luka tusuk.

"Saya berpapasan. Tapi saya enggak tahu kalau habis itu," ungkapnya.

  • Saksi sempat bertemu pelaku
  • Tidak tahu terjadi penusukan
  • Baru sadar setelah korban ditemukan
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.