SURYA.CO.ID, SURABAYA – Pengakuan mengejutkan disampaikan AR (45) alias Man, pelaku penusukan terhadap seorang kakek 4 cucu berinisial MJ (59) di Jalan Pragoto II, Simokerto, Surabaya, Jawa Timur (Jatim) pada Kamis (23/4/2026).
Pelaku berhasil ditangkap Tim Jatanras Polrestabes Surabaya kurang dari 1x24 jam setelah kejadian.
Baca juga: UPDATE Kakek Simokerto Surabaya Tewas Penuh Luka Tusuk: Motif Asmara Mencuat
Dalam video interogasi yang diunggah akun Instagram @jatanrassurabaya, pelaku mengaku menusuk korban di tiga bagian tubuh.
Ia bahkan memperagakan lokasi luka tusukan tersebut, yakni di leher kiri, dada kanan dan kepala.
"Leher kiri, dada kanan, kepala, iya (ada 3 titik luka tusukan)," ujar pelaku dalam video tersebut.
Baca juga: Kronologi Kakek 4 Cucu di Simokerto Surabaya Tewas Ditusuk Teman Sendiri
Pelaku berdalih nekat menghabisi korban karena dilatarbelakangi rasa sakit hati.
Ia mengaku korban diduga hendak melakukan tindakan tidak pantas terhadap anggota keluarganya.
"Ya dia kurang ajar pak, dia mau tiduri anak saya... Saya sakit hati pak," katanya.
Baca juga: Saksi Kata Kasus Penusukan Kakek 4 Cucu di Surabaya: Polisi Kantongi Identitas 4 Pelaku
Setelah melakukan penusukan, pelaku langsung melarikan diri dari Surabaya.
Ia sempat pulang ke rumah untuk berkemas sebelum kabur ke wilayah Kabupaten Sampang, Madura.
"Setelah aku menikam korban, saya kabur ke rumah, berkemas, lalu kabur lagi ke Madura," ungkapnya.
Baca juga: BREAKING NEWS Kakek 4 Cucu di Simokerto Surabaya Ditemukan Tewas Penuh Luka Tusuk
Dari catatan kepolisian, AR bukan pelaku baru. Ia diketahui merupakan residivis kasus narkotika dan baru bebas pada 2023.
Selain itu, namanya juga pernah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) kasus penadahan motor curian.
Polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk pakaian yang digunakan pelaku serta pisau yang diduga menjadi alat penusukan.
Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Edy Herwiyanto memastikan pelaku berhasil ditangkap dalam waktu cepat.
"Alhamdulillah sudah tertangkap dalam waktu 1 x 24 jam. Berkat doa dan bantuan masyarakat," ujarnya.
Menurut keterangan keluarga korban, Iwan (34), pelaku dikenal sebagai teman tongkrongan korban dan kerap datang ke lingkungan tersebut.
Warga sekitar juga mengenal pelaku dengan panggilan “Man”, meski tidak banyak yang mengetahui identitas lengkapnya.
"Orang di sini banyak kenal, ya sama si Man itu. Karena sering ke sini juga mainnya," ujar Iwan.
Iwan mengaku sempat berpapasan dengan pelaku pada pagi hari sebelum kejadian, saat dirinya berada di depan rumah.
Namun, saat itu ia belum mengetahui bahwa pelaku baru saja terlibat cekcok dengan korban.
Ia baru mengetahui kejadian setelah mendengar teriakan istrinya yang mendapat kabar korban terkapar dengan luka tusuk.
"Saya berpapasan. Tapi saya enggak tahu kalau habis itu," ungkapnya.