Petugas jasa penukaran uang, Rohani, mengatakan pihaknya menyediakan berbagai pecahan riyal sesuai kebutuhan jamaah
Mataram (ANTARA) - Ratusan jamaah haji Embarkasi Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) beramai-ramai memadati stan penukaran uang yang berlokasi di dalam Asrama Haji Kota Mataram sebelum berangkat menuju Arab Saudi.
Pantauan ANTARA NTB di Asrama Haji NTB, Sabtu. Jamaah datang berbondong-bondong menukarkan mata uang rupiah ke riyal Arab Saudi. Aktivitas penukaran uang ini terlihat ramai sejak pagi. Jamaah memanfaatkan layanan yang tersedia di kawasan Asrama Haji agar lebih praktis dan tidak mengalami kesulitan saat sudah berada di Arab Saudi.
Petugas jasa penukaran uang, Rohani, mengatakan pihaknya menyediakan berbagai pecahan riyal sesuai kebutuhan jamaah.
"Semua pecahan ada, mulai dari 5 riyal sampai 500 riyal. Kebanyakan jamaah memang memilih pecahan kecil karena lebih mudah digunakan," ujarnya.
Ia mengatakan, layanan penukaran uang tersebut rutin tersedia setiap musim haji di Asrama Haji NTB. Bahkan, petugas sudah bersiaga sejak pagi sebelum para jemaah memasuki asrama.
"Biasanya jamaah menukar uang sebelum masuk kamar, atau setelah shalat dan makan siang. Kami sudah siap dari pagi," katanya.
Rohani menuturkan perputaran uang dalam layanan penukaran ini cukup besar. Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, total transaksi penukaran bisa mencapai Rp1 miliar.
"Kalau rupiah-nya bisa sampai Rp1 miliar, tergantung kebutuhan jamaah. Kalau stok habis, nanti ditambah lagi dari kantor," ungkapnya.
Salah satu calon haji asal Bima, Hariyono, mengaku menukarkan uang sebesar Rp6 juta dalam pecahan kecil untuk kebutuhan selama di tanah suci, dan menilai menukarkan uang di Asrama Haji jauh lebih praktis dibandingkan harus melakukannya setelah tiba di Arab Saudi.
"Saya tukar pecahan 5 riyal sampai 10 riyal untuk kebutuhan selama Arab Saudi. Kita pilih tukar di sini lebih mudah aja, pas di sama sudah nggak repot lagi," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Kloter 4 Bima, Abdul Haris, mengatakan setiap jamaah sebenarnya telah mendapatkan uang "living cost" sebesar 750 riyal. Meski demikian, masih banyak jamaah tetap menukarkan uang tambahan secara mandiri sesuai kebutuhan.
"Sudah ada diberikan living cost 750 riyal per jamaah. Tapi ada juga yang menukar sendiri di sini sesuai kebutuhan," ujarnya.
Ia mengatakan, selain layanan penukaran uang, fasilitas pengisian pulsa dan paket komunikasi juga tersedia di lokasi yang sama untuk memudahkan jamaah tetap terhubung dengan keluarga selama berada di Tanah Suci.
Meski demikian, pihak kloter tidak memberikan pendampingan khusus dalam proses penukaran uang. Para jamaah diberi keleluasaan untuk mengatur kebutuhan masing-masing.
Ramainya aktivitas penukaran uang ini menjadi gambaran kesiapan para jemaah dalam menghadapi perjalanan ibadah haji. Selain persiapan fisik dan mental, kesiapan finansial dalam bentuk mata uang riyal juga menjadi kebutuhan penting demi kelancaran ibadah.





