TRIBUNGORONTALO.COM – Sejumlah fakta terungkap dalam kasus kebakaran Rumah Makan Mawar Sharon di Desa Pantungo, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo.
Peristiwa yang terjadi pada Sabtu (25/4/2026) dini hari, memicu respons dari tim gabungan pemadam kebakaran.
Rumah Makan Mawar Sharon memiliki ciri khas bangunan berbentuk saung dengan atap bernuansa tradisional.
Rumah makan ini menjual beragam menu, namun dikenal dengan menu ayam gorengnya. Ayam goreng atau ayam bakar dijual seharga Rp25.000 hingga Rp40.000 per porsi. Selain ayam, RM Mawar Sharon juga menjual ikan goreng, ikan bakar, hingga olahan tahu tempe.
Cabang Saung Telaga ini dikenal memiliki area bangunan yang memanjang hingga ke belakang, di mana bagian depannya tetap utuh meski area gudang di bagian belakang terdampak api.
Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, berikut adalah fakta-fakta terkait kebakaran tersebut:
Kebakaran pertama kali dilaporkan pada pukul 00.48 Wita oleh seorang warga bernama Moh Agung Kaharu.
Petugas pemadam kebakaran segera bergerak satu menit kemudian dan tiba di lokasi pada pukul 00.53 WITA untuk langsung melakukan penanganan.
Proses pemadaman hingga pendinginan berlangsung selama kurang lebih dua jam dan dinyatakan selesai pada pukul 03.17 WITA.
Berdasarkan keterangan petugas keamanan, Ade Cahya, asap pertama kali terlihat dari ruangan belakang saat ia sedang melakukan patroli.
Hal ini diperkuat oleh pernyataan salah satu karyawan di lokasi.
"Api dari gudang, ini kami masih melakukan pembersihan. Alhamdulillah tidak menyebar sampai di bagian depan," ungkap karyawan RM Mawar Sharon tersebut.
Upaya pemadaman melibatkan sinergi lintas wilayah. Sebanyak lima unit armada dikerahkan yang terdiri dari:
• 1 Unit Damkar Kabupaten Gorontalo
• 1 Unit Damkar Provinsi Gorontalo
• 1 Unit Damkar Kota Gorontalo
• 1 Unit Damkar Bone Bolango
• 1 Unit Mobil Karhutla Polda Gorontalo
Penanganan ini juga dibantu oleh unsur TNI/Polri, pihak PLN, serta masyarakat setempat.
Meski api sempat membesar, area depan rumah makan yang berbentuk saung dilaporkan masih utuh dan tidak mengalami kerusakan berarti.
Saat ini, garis polisi telah terpasang melintang di pintu masuk hingga sisi samping bangunan untuk kepentingan pengamanan.
- Korban Jiwa: Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini.
- Kerugian Material: Estimasi kerugian ditaksir mencapai kurang lebih Rp80 juta.
Pantauan di lokasi pada pagi hari sekitar pukul 09.15 WITA menunjukkan para karyawan sudah mulai bergotong royong membersihkan sisa-sisa material yang terbakar. Mereka tampak menyapu lantai dan memindahkan barang-barang yang terdampak dari area belakang bangunan agar situasi kembali terkendali.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gorontalo, Udin Pango, memastikan bahwa seluruh personel dan peralatan kembali ke markas dalam keadaan baik.
"Pemadaman berlangsung sampai dengan proses pendinginan serta melokalisir tempat kejadian untuk memastikan sudah tidak ada sumber titik api lainnya," jelasnya. (*)