TRIBUNPADANG.COM, PADANG-Baca sejumlah informasi menarik seputar Kota Padang setelah tayang 24 jam terakhir di TribunPadang.com.
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Padang mencatat adanya ribuan keping Kartu Tanda Penduduk (KTP) hilang setiap bulannya.
KTP adalah identitas resmi seorang penduduk sebagai bukti diri yang diterbitkan oleh instansi pelaksana yang berlaku di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Tanpa KTP, seseorang akan kesulitan membuktikan identitas dirinya di mata hukum dan administrasi negara.
Hampir seluruh layanan dasar pemerintah maupun swasta membutuhkan KTP sebagai syarat utama.
KTP menjadi dasar untuk pembuatan dokumen penting lainnya, seperti Paspor, SIM, NPWP, dan lainnya.
Meski begitu, masih ada saja masyarakat yang abai dengan KTP. Kartu berwarna biru itu tidak dijaga dengan baik hingga kerap hilang.
Melansir Diskominfo Kota Padang, setiap bulannya ribuan keping KTP milik masyarakat dilaporkan hilang di Kota Padang.
Bahkan dalam dua bulan belakangan, jumlah keping KTP yang hilang terus meningkat.
"Setiap bulan ribuan keping KTP masyarakat dilaporkan hilang," ungkap Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Padang, Teddy Antonius, Sabtu (25/4/2026).
Berdasarkan data Disdukcapil Padang, pada bulan April ini jumlah keping KTP warga yang dilaporkan hilang mencapai 1.621 keping.
Sementara pada bulan Maret, jumlah keping KTP yang dilaporkan hilang sebanyak 1.153 keping.
Kadis Capil menyebut, kehilangan KTP tidak saja disebabkan oleh kelalaian warga. Akan tetapi akibat musibah seperti pencurian, perampokan, bencana alam maupun kecelakaan.
Teddy mengimbau kepada seluruh warga Padang untuk menjaga KTP dengan baik. Sebab KTP menjadi dokumen Adminduk yang sering digunakan dalam layanan publik dan administrasi lainnya.
"Sekaligus sebagai pembuktian kebenaran seseorang dengan statusnya," ungkap Teddy.
Bagi warga yang kehilangan KTP diimbau untuk segera mengurus kembali. Pengurusan KTP hilang tidak dipungut biaya alias gratis.
"Tentunya untuk mengurus kembali harus melengkapi syarat seperti fotocopy kartu keluarga dan surat keterangan hilang dari Kepolisian," ujar Teddy.
Sisi lain, Kadis Dukcapil menjelaskan bahwa aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) Kota Padang tertinggi di Sumatera Barat.
Capaian aktivasi IKD Kota Padang lebih dari 34 persen. Serta perekaman KTP-el yang mencapai 99,16 persen.
Perjuangan panjang yang dijalani Nurul Fadillah, mahasiswi UIN Imam Bonjol Padang menorehkan hasil.
Berbagai prestasi akademik dan non-akademik yang diraihnya selama menjadi mahasiswi UIN Imam Bonjol mencapai puncaknya saat wisuda, Minggu (19/4/2026) lalu.
Mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama (FUSA) ini menjadi salah seorang wisudawan terbaik dengan IPK 4,00
Nurul Fadillah wisudawan yang namanya masuk dalam daftar lulusan terbaik prodi dan bintang aktivis kampus yang pada wisuda Angkatan ke-95 UIN Imam Bonjol Padang.
Lahir pada 14 Maret 2004 di Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, Nurul Fadillah merupakan anak pertama dari tiga bersaudara.
Putri pasangan Sijon dan Lesmawati berasal dari keluarga sederhana dengan latar belakang orang tua sebagai petani penggarap karet.
Nurul Fadillah tumbuh di lingkungan yang belum menjadikan pendidikan tinggi sebagai prioritas utama.
Namun, kondisi tersebut tidak menghalangi tekadnya untuk terus menempuh pendidikan hingga perguruan tinggi.
Sejak kecil, Nurul Fadillah dikenal memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan gemar mempelajari hal-hal baru.
Ia mengenyam pendidikan di TK Mutiara Bunda (2009–2010), SDN 16 Kuamang (2010–2016), MTsN 3 Pasaman (2016–2019), MAN 1 Pasaman (2019–2022), hingga akhirnya melanjutkan studi di UIN Imam Bonjol Padang pada tahun 2022.
Ketertarikannya pada bidang Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir mulai tumbuh sejak duduk di bangku madrasah aliyah, khususnya saat mempelajari mata pelajaran tafsir.
Minat tersebut semakin kuat setelah mendapatkan informasi dari kakak tingkat mengenai jurusan tersebut.
Meski harus beradaptasi dengan lingkungan perkuliahan dan materi yang lebih mendalam, Nurul tetap menunjukkan semangat belajar yang tinggi.
Selama masa perkuliahan, Nurul aktif mengikuti berbagai perlombaan.
Baca juga: Saya Tak Sanggup, Cerita Heroik Mayang Berusaha Selamatkan Bocah Hanyut di Pantai Ujung Karang
Pengalaman pertamanya mengikuti lomba tingkat perguruan tinggi dimulai dari Lomba Cerdas Cermat di Universitas Andalas, meskipun belum meraih hasil maksimal. Namun, kegagalan tersebut justru menjadi motivasi untuk terus berkembang.
Mengutip inib.ac.id, Nurul berhasil meraih Juara 1 dalam lomba Haflah PBA tingkat Sumatera Barat saat dia masih duduk semester pertama.
Prestasi tersebut menjadi titik awal bagi dirinya untuk terus berproses dan meningkatkan kemampuan di berbagai bidang.
Tidak hanya di tingkat lokal, Nurul juga dipercaya mewakili kampus dalam sejumlah ajang nasional, seperti lomba OASE di Jakarta, PKM di Jambi, serta PIMKIPNAS di Lampung. Dukungan dari kampus menjadi faktor penting dalam membuka peluang bagi Nurul untuk mengembangkan potensi, memperluas wawasan, serta membangun relasi.
Melalui berbagai pengalaman tersebut, Nurul Fadillah membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih prestasi.
Dengan tekad, kerja keras, dan semangat belajar yang tinggi, ia terus melangkah menggapai cita-cita dan menjadi inspirasi bagi generasi muda.
Mencari tempat nongkrong akhir pekan di Kota Padang kini semakin beragam. Hotel Santika Premiere Padang kembali menggebrak dunia kuliner dengan meluncurkan program inovatif bertajuk Kayu Manis Food Court.
Program ini menawarkan pengalaman bersantap modern yang menggabungkan konsep food court dengan suasana hangout yang estetik dan nyaman bagi warga kota maupun wisatawan.
Dalam bincang-bincang hangat di Podcast Tamu Kita, di Kantor TribunPadang.com, Sabtu (25/4/2026), F&B Manager Combo Hotel Santika Premiere Padang dan Amaris Hotel Padang, Feri Susanto, memaparkan keunikan yang diusung oleh destinasi kuliner baru ini.
Feri menjelaskan bahwa salah satu daya tarik utama Kayu Manis Food Court adalah temanya yang bertajuk "You Pay You Eat" atau "The Measured Meal". Konsep ini memungkinkan pengunjung untuk mengontrol pengeluaran mereka secara mandiri.
"Tamu hanya membayar apa yang mereka makan. Meskipun semua makanan disajikan dalam bentuk buffet dan berbagai stall menarik, harganya tetap terukur," ujar Feri.
Hal ini menjadi angin segar bagi masyarakat yang ingin menikmati layanan hotel berbintang namun dengan fleksibilitas harga yang bisa disesuaikan dengan kantong masing-masing.
Lebih dari sekadar tempat makan, Kayu Manis Food Court mengusung jargon "Jajan, Nongkrong, dan Menikmati Suasana Kota Padang". Untuk menambah kehangatan suasana, pengunjung akan ditemani oleh penampilan musik akustik secara langsung.
"Kami ingin menjadikan kegiatan ini sebagai alternatif bersantai bagi keluarga, teman, maupun kolega yang ingin melepas penat di malam Minggu," tambahnya.
Kegiatan ini dijadwalkan rutin setiap hari Sabtu, mulai pukul 18.00 hingga 22.00 WIB, waktu yang sangat ideal untuk menikmati suasana malam di jantung Kota Padang.
Ada yang berbeda dalam cara bertransaksi di sini. Feri menyebutkan bahwa sistem pemesanan dibuat unik dengan menggunakan kartu khusus/pasport
"Setiap pengunjung akan memegang kartu/pasport yang akan distempel setiap kali mereka melakukan transaksi di berbagai sudut makanan atau corner yang tersedia," jelasnya.
Sistem ini diharapkan dapat memberikan pengalaman kuliner yang berbeda, lengkap, dan tentunya sangat menyenangkan bagi para pengunjung dari segala usia.
Beralih ke urusan lidah, Executive Chef Combo Hotel Santika Premiere Padang dan Amaris Hotel Padang, Chef Hendri Febriadi, memastikan bahwa variasi menu yang ditawarkan sangat melimpah.
"Kami menyajikan mulai dari menu angkringan yang merakyat, mie mangkok ayam, dimsum, hingga hidangan mancanegara seperti sushi, sashimi, dan ramen," tutur Chef Hendri.
Bagi pencinta masakan nusantara, tersedia pula pilihan makanan khas Indonesia dan Minang yang autentik, serta menu western dan aneka dessert yang menggugah selera.
Tidak hanya makanan berat, Chef Hendri juga memberikan rekomendasi minuman yang wajib dicoba. Pilihan minumannya sangat kontras namun saling melengkapi.
"Ada minuman kekinian seperti ice chocolate dan matcha yang digemari anak muda, hingga minuman legendaris tradisional seperti kopi gaek," ungkapnya.
Perpaduan antara selera modern dan kearifan lokal ini sengaja dihadirkan agar semua kalangan dapat menikmati hidangan yang sesuai dengan selera mereka.
Meski berada di lingkungan hotel mewah, harga yang dipatok ternyata sangat kompetitif. Pengunjung bisa menikmati berbagai sajian mulai dari harga Rp20.000 per porsi.
Chef Hendri menegaskan bahwa soal rasa dan kualitas, pihaknya tidak bermain-main. Semua bahan baku dipastikan segar dan diolah dengan standar kualitas Hotel Santika.
"Seluruh sajian berasal dari dapur Santika yang kualitasnya terjamin dan selalu segar (fresh). Jadi, masyarakat tidak perlu ragu untuk datang," tegasnya.
Hadirnya Kayu Manis Food Court diharapkan tidak hanya menguntungkan pihak hotel, tetapi juga memberikan dampak positif bagi pariwisata di Kota Padang secara umum.
Feri Susanto menutup perbincangan dengan harapan besar agar tempat ini menjadi ruang berkumpul yang nyaman bagi masyarakat lokal maupun wisatawan luar daerah.
"Kami berharap ini bisa meningkatkan daya tarik Kota Padang sebagai tujuan wisata kuliner yang menarik dan kompetitif," pungkasnya.