Akses Kesehatan Sulit Dijangkau, Warga Kalumpang Mamuju Terpaksa Ditandu 8 Jam ke Luwu Utara
Abd Rahman April 26, 2026 11:47 AM

 


TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Sebuah video yang memperlihatkan puluhan warga menandu seorang pasien wanita melintasi jalur hutan belantara viral di media sosial. 

Warga Dusun Patudaan, Desa Karama, Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, tersebut terpaksa dibawa ke puskesmas di kabupaten tetangga karena akses jalan yang ekstrem.

Dalam video berdurasi 3 menit 34 detik itu, tampak puluhan pria bergantian memikul tandu darurat yang terbuat dari bambu dan sarung. 

Untuk melindungi pasien dari terik matahari dan hujan, bagian atas tandu ditutupi dengan sehelai selimut.

Mereka harus menyusuri jalan setapak yang sempit, diapit semak belukar dan kawasan hutan lindung, demi mencapai fasilitas kesehatan terdekat.

Meski secara administratif masuk dalam wilayah Kabupaten Mamuju, warga Dusun Patudaan justru memilih membawa pasien ke Puskesmas Seko Barat di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan. 

Hal ini diduga karena jarak tempuh menuju pusat Desa Karama jauh lebih sulit.

Camat Kalumpang, Bram Tosilo, membenarkan wilayah Dusun Patudaan memang memiliki letak geografis yang sangat terpencil.

"Kalau kondisi hujan, jalan kaki naik gunung itu bisa memakan waktu sekitar 8 jam dari pusat Desa Karama. Informasinya, akses ke Seko (Luwu Utara) memang dirasa warga lebih dekat meskipun sama-sama harus ditandu," ujar Bram saat dikonfirmasi, Minggu (26/4/2026).

Baca juga: Harga Dexlite Tembus Rp24.150 Per Liter, SPBU Polohu Mamuju Tengah Setop Pemesanan ke Pertamina

Baca juga: Daftar Lengkap Juara Domino GMT Cup Mamuju Tengah 2026: Tim Kire-Mateng Borong Hadiah Puluhan Juta

Bram menjelaskan sebenarnya Pemerintah Kabupaten Mamuju telah berupaya meningkatkan fasilitas kesehatan di wilayah tersebut. 

Puskesmas Karama, yang membawahi Dusun Patudaan, disebut telah mendapatkan renovasi dan memiliki tenaga medis yang cukup.

"Puskesmas Karama itu sebenarnya sudah bagus, tahun lalu dapat anggaran rehab. Dokternya lengkap, bahkan ada ambulans yang siap merujuk pasien jika sudah sampai di pusat desa," jelasnya.

Namun, ia mengakui kendala utama bukanlah pada fasilitas gedung puskesmas, melainkan aksesibilitas jalan dari dusun-dusun terpencil menuju pusat pelayanan.

Hingga saat ini, kendaraan roda empat hanya mampu menjangkau beberapa titik di Desa Karama. 

Sementara itu, untuk mencapai dusun-dusun satelit seperti Patudaan, warga hanya bisa mengandalkan sepeda motor dalam kondisi cuaca cerah, atau berjalan kaki jika turun hujan.

"Inilah kondisi di Kalumpang, ada beberapa dusun yang memang sangat jauh dari pusat desa. Motor pun sulit tembus kalau cuaca buruk, sehingga ditandu menjadi satu-satunya cara," tambah Bram.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Suandi

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.