TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Vihara Girinaga bersama DPD Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Sulawesi Selatan (Sulsel) menggelar donor darah menyambut Hari Trisuci Waisak 2570TB/2026, Minggu (26/4/2026).
Lokasinya di halaman Vihara Girinaga, Jl Gunung Salahutu II No 11, Kecamatan Makassar, Kota Makassar.
Sejak pukul 09.00 Wita, masyarakat antusias datang donor darah.
Mulai jemaat Vihara Girinaga, masyarakat sekitar hingga anggota TNI.
Seluruh pendonor lebih dulu mengecek kesehatan.
Tim kesehatan mengecek kadar hemoglobin (Hb), tekanan darah (tensi), nadi, dan suhu tubuh.
Selain itu, ada pengisian riwayat kesehatan (skrining).
Ketika dinyatakan layak, pendonor sudah bisa melangkah ke tandu yang disediakan. Kemudian melakukan donor darah sekitar 10 menit.
Setelah donor darah, para pendonor mendapat bingkisan.
Ada juga paket makan dan beras yang disediakan bagi setiap pendonor.
Menjelang siang hari, jumlah pendonor sudah mencapai 150 lebih orang.
Ketua Vihara Girinaga Roy Ruslim menyebut agenda ini sebagai wujud kepedulian sosial menyambut Hari Trisuci Waisak.
"Hari ini kita melakukan donor darah yang targetnya sekitar 500 orang," kata Roy Ruslim ditemui Tribun-Timur.com, di Vihara Girinaga.
Selain donor darah, pekan depan akan dilakukan aksi kemanusiaan.
Vihara Girinaga bersama Walubi Sulsel akan berbagi kasih bersama anak penderita kanker.
"Minggu depan kita akan melakukan aksi sosial memberikan bingkisan kasih dengan rumah harapan kita. Yakni anak penderita kanker akan kita undang ke vihara," kata Roy Ruslim.
Roy Ruslim menjelaskan, Hari Trisuci Waisak menandai tiga peristiwa suci dalam kehidupan Buddha Gotama.
Yakni Kelahiran Pangeran Siddharta (623 SM), pencerahan agung dan menjadi Buddha (usia 35 tahun), dan wafatnya (Parinibbana) Buddha pada usia 80 tahun di bulan Waisak.
Sementara itu, Ketua DPD Walubi Sulsel Henry Sumitomo menyebut pihaknya terus mendukung aktivitas sosial Vihara Girinaga.
"Di samping banyak dari teman-teman TNI, Vihara Girinaga ini umatnya banyak. Tetangga-tetangga juga ini banyak. Ini antusiasnya sangat banyak," kata Henry.
Koordinator Pelaksana Caroline juga terus memantau setiap fase donor darah.
Ia keliling memandu setiap pendonor.
Mulai dari pemeriksaan kesehatan, aktivitas donor hingga mendapat bingkisan.
Donor darah secara rutin diketahui dapat membantu melancarkan aliran darah dan mencegah penyumbatan arteri
Bahkan penelitian menunjukkan rutin mendonorkan darah setiap 3 bulan dapat menurunkan risiko terkena penyakit jantung koroner dan stroke hingga 30 persen. (*)