TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Pelayanan jemaah haji Indonesia terus mengalami transformasi signifikan guna meningkatkan kenyamanan dan kelancaran ibadah pada musim haji 2026.
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) bersama mitra layanan di Arab Saudi, Syarikah Rakeen, menghadirkan terobosan baru dengan mendistribusikan kartu Nusuk langsung di embarkasi Indonesia sebelum keberangkatan.
Kepala Kantor Wilayah Kemenhaj Sulsel, Ikbal Ismail, memastikan bahwa kartu Nusuk bagi jemaah haji kini dibagikan di Embarkasi Makassar sebagai langkah strategis yang membedakan dengan musim haji sebelumnya.
"Ini berlaku di seluruh embarkasi di Indonesia termasuk Makassar, jadi sebelum jemaah berangkat kartu Nusuk sudah di tangan jemaah," kata Ikbal, Jumat (24/4/2026).
Kartu Nusuk merupakan identitas digital berbentuk smart card yang diterbitkan pemerintah Arab Saudi dan memuat data lengkap jemaah seperti nama, nomor paspor, serta informasi hotel yang terintegrasi melalui kode QR atau chip.
"Jadi kartu ini akan dipindai petugas untuk mencegah jamaah ilegal dan wajib dibawa selama ibadah sebagai identitas resmi," tambah Ikbal.
Inovasi ini lahir dari evaluasi pelaksanaan haji sebelumnya yang menunjukkan distribusi kartu di Arab Saudi sering terkendala karena kondisi jemaah yang sudah kelelahan setelah perjalanan panjang.
General PIC Nusuk By Rakeen, Ahmad Bugis, menjelaskan bahwa sebelumnya kartu Nusuk baru diterima jemaah setibanya di hotel di Makkah atau Madinah.
"Berdasarkan evaluasi tahunan, jemaah sering kali sudah mengalami kelelahan ekstrem akibat proses embarkasi hampir 24 jam, penerbangan 8–10 jam, hingga perjalanan ke hotel 3–5 jam," jelasnya.
Kondisi tersebut dinilai menghambat efektivitas distribusi dan aktivasi kartu di Arab Saudi sehingga diperlukan perubahan sistem distribusi.
Melalui kolaborasi Kemenhaj dan Syarikah Rakeen, distribusi kartu kini dilakukan di 15 embarkasi di Indonesia, termasuk Makassar, untuk memastikan jemaah lebih siap sejak awal perjalanan.
Ahmad Bugis menambahkan bahwa keberhasilan implementasi ini juga didukung oleh keterlibatan tenaga profesional asal Indonesia serta pengalaman Rakeen dalam mengembangkan sistem kartu Nusuk digital selama tiga tahun terakhir.
Transformasi layanan ini semakin diperkuat dengan penerapan skema pemeriksaan imigrasi Arab Saudi melalui program Makkah Route yang kini dilakukan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar.
"Tahun ini Imigrasi Saudi datang langsung ke Bandara Sultan Hasanuddin untuk melakukan pemeriksaan paspor dan identitas jamaah sehingga tidak perlu antre di Jeddah atau Madinah," papar Ikbal.
Dengan sistem baru ini, jemaah dapat menjalani perjalanan dengan lebih tenang karena seluruh proses administratif telah diselesaikan sejak di tanah air.
Embarkasi Makassar sendiri dipastikan siap melayani 16.750 jemaah haji yang tergabung dalam 43 kelompok terbang dari delapan provinsi di kawasan timur Indonesia.
"Insyaallah kami akan memberangkatkan jemaah selama 30 hari penuh dan begitu pula saat kepulangan nanti kami akan melayani selama 30 hari," pungkas Ikbal.