TRIBUNNEWS.COM -Di tengah hujan kritik dan cibiran yang dialamatkan kepada Marc Marquez terkait manuver masuk pit yang dianggap kontroversial, sebuah pembelaan tak terduga muncul dari sang juara bertahan, Francesco "Pecco" Bagnaia, Minggu (26/4/2026).
Finis tepat di belakang Marquez, Bagnaia justru pasang badan untuk rekan setimnya tersebut dari serangan netralis dan pengamat yang menuntut penalti bagi The Baby Alien.
Ketika banyak pihak menilai Marquez layak dijatuhi sanksi karena memotong jalur setelah crash dan lanjut ke pit lane, Bagnaia justru menunjukkan sportivitasnya.
Pembalap asal Turin, Italia, ini menegaskan bahwa dalam kondisi cuaca ekstrem yang kacau, batasan aturan sering kali menjadi sangat abu-abu.
"Dalam kondisi seperti itu, sangat sulit untuk mengetahui di mana batasannya. Saya sempat melihatnya berada di area tanah saat saya menoleh ke belakang. Saya pikir dia tidak melakukan kesalahan apa pun," ujarnya mengutip Motosan.
"Pada akhirnya, saya rasa itu adalah sesuatu yang bisa dilakukan dalam situasi darurat seperti itu," ujar Bagnaia dengan penuh percaya diri.
Balapan Sprint di Jerez kali ini memang layak disebut sebagai salah satu yang cukup dramatis musim ini.
Cuaca yang berubah-ubah, rintik hujan yang turun di tengah lomba, hingga rentetan kecelakaan membuat strategi flag-to-flag menjadi penentu hasil akhir.
Bagnaia secara cerdik berhasil mengamankan posisi kedua, namun ia mengakui bahwa perjalanannya menuju podium tidaklah semulus kelihatannya.
Finis di posisi kedua mungkin terdengar luar biasa mengingat Pecco sempat melorot ke urutan ke-14 di awal setelah kualifikasi yang kurang memuaskan.
Baca juga: Main Race MotoGP Spanyol 2026: Lanjutan Momentum Manis Ducati, Menanti Respons Bezzecchi
Namun, bagi sang juara dunia tiga kali, ada ganjalan besar yang membuatnya tidak bisa tersenyum lebar.
Masalah klasik pada motor Ducati Desmosedici miliknya kembali menghantui yakni hilangnya traksi roda belakang secara drastis.
"Dalam hal hasil, saya senang; namun dalam hal performa, saya belum 100 persen puas karena masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Jujur saja, sulit untuk tampil lebih baik dari hari ini," ungkap murid Valentino Rossi tersebut.
Selain masalah teknis, Bagnaia juga mengevaluasi pengambilan keputusannya di lintasan. Ia merasa sedikit terlambat melakukan pergantian motor saat hujan mulai turun.
"Masuk ke pit satu lap lebih awal sebenarnya bisa lebih baik. Itu kesalahan saya, seharusnya mengambil keputusan itu lebih cepat."
"Namun, mengingat kesulitan yang kami hadapi sepanjang hari ini, finis di posisi kedua tetaplah hasil yang fantastis," tambahnya.
Mengenai rivalitasnya dengan Marquez, Bagnaia mengakui bahwa The Baby Alien memang tampil di level yang berbeda akhir pekan ini.
Marquez dinilai memiliki adaptasi yang sangat cepat terhadap perubahan cuaca dan kondisi lintasan.
Saat membuntuti di belakang, Bagnaia menyadari bahwa ia tidak memiliki cukup amunisi untuk melakukan serangan balasan.
"Marquez jelas memiliki kecepatan yang jauh lebih baik, kami sudah melihatnya sejak sesi pagi."
"Saya mencoba mengikutinya sebisa mungkin, tetapi saya sempat mengalami guncangan hebat pada bagian belakang motor (scare with the rear end) dan akhirnya memutuskan untuk bermain aman dan bertahan di posisi tersebut," jelas Pecco.
Menjelang balapan utama yang akan digelar beberapa jam lagi, Bagnaia tetap memelihara optimisme. Ia melihat data bahwa Ducati masih mendominasi di sirkuit ini, terbukti dengan kencangnya pembalap satelit seperti Alex Marquez hingga Fabio Di Giannantonio.
"Kami kembali ke Eropa dengan kondisi lintasan dan ban yang lebih tipis, dan inilah potensi Ducati yang sebenarnya. Potensi itu ada; kami hanya perlu menemukannya dan mencoba memanfaatkannya secara maksimal besok," tutup Pecco.
(Tribunnews.com/Niken)