Bukan Buat Masak, Ini Alasan Mengapa Stop Kontak Kereta Api Bisa Meledak Jika Dipakai Alat Berat
Putra Dewangga Candra Seta April 26, 2026 03:32 PM

 

SURYA.co.id – Sebuah video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan aksi nekat seorang penumpang yang menggunakan rice cooker untuk memasak di dalam kereta api.

Peristiwa ini terjadi di dalam layanan milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan langsung memicu perhatian publik setelah viral dalam waktu singkat.

Aksi tersebut dilakukan di dalam rangkaian kereta penumpang pada perjalanan yang berlangsung baru-baru ini.

Penumpang memanfaatkan stop kontak yang tersedia di kursi untuk mengoperasikan alat listrik berdaya tinggi, sesuatu yang sebenarnya tidak diperuntukkan bagi penggunaan tersebut.

Langkah ini kemudian menjadi sorotan karena berpotensi membahayakan keselamatan seluruh penumpang.

Penggunaan alat listrik seperti rice cooker di dalam kereta dinilai tidak sesuai standar operasional, sebab sistem kelistrikan kereta dirancang hanya untuk perangkat berdaya rendah seperti ponsel atau laptop.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo telah memberikan penjelasan.

“Daya listrik di kereta diprioritaskan untuk menunjang fasilitas utama, seperti AC, penerangan, pintu otomatis, serta perangkat informasi penumpang. Tidak tersedia kapasitas tambahan untuk penggunaan alat listrik berdaya besar,” ujarnya pada Jumat di Jakarta, dikutip SURYA.co.id dari Kompas.com.

KA TAMBAHAN LEBARAN - Suasana penumpang kereta api yang melewati jalur stasiun wilayah KAI Daop 7 Madiun, Jumat (20/2/2026). Untuk mengantisipasi lonjakan pemudik pada Lebaran 2026, KAI mengoperasikan 10 kereta tambahan.
KA TAMBAHAN LEBARAN - Suasana penumpang kereta api yang melewati jalur stasiun wilayah KAI Daop 7 Madiun, Jumat (20/2/2026). Untuk mengantisipasi lonjakan pemudik pada Lebaran 2026, KAI mengoperasikan 10 kereta tambahan. (istimewa/KAI Daop 7 Madiun)

Franoto juga mengingatkan agar daya listrik kereta diprioritaskan untuk fasilitas utama.

“Daya listrik di kereta diprioritaskan untuk menunjang fasilitas utama, seperti AC, penerangan, pintu otomatis, serta perangkat informasi penumpang. Tidak tersedia kapasitas tambahan untuk penggunaan alat listrik berdaya besar.”

Artinya, satu alat masak saja bisa “mengganggu jatah listrik” seluruh gerbong.

Risiko Korsleting di Kecepatan Tinggi

Ketika overload terjadi, sistem pengaman seperti sekring (fuse) akan bekerja dengan memutus aliran listrik. Namun, dalam kondisi ekstrem, bisa terjadi:

  • Percikan api (spark)
  • Panas berlebih pada kabel
  • Korsleting listrik
  • Munculnya asap di ruang tertutup

Dampak lanjutannya tidak sederhana. Jika sistem listrik “trip”:

  • Lampu bisa padam
  • AC mati
  • Sistem pintu otomatis terganggu

Situasi ini jauh lebih berbahaya karena terjadi di dalam kereta yang sedang melaju.

Berbeda dengan gedung biasa, evakuasi di kereta:

  • Terbatas ruang
  • Bergantung pada titik pemberhentian
  • Melibatkan ratusan penumpang dalam satu rangkaian

Franoto menegaskan bahwa fasilitas di stasiun adalah milik bersama dan harus dijaga bersama.

“Kami menegaskan bahwa setiap fasilitas di stasiun maupun di dalam kereta merupakan bagian dari sistem pelayanan yang harus dijaga bersama. Penyalahgunaan fasilitas tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga dapat membahayakan keselamatan seluruh pelanggan.”

Bijak Berfasilitas, Nyaman Berwisata

Kasus ini menjadi pengingat bahwa fasilitas umum bukan untuk dieksploitasi demi kebutuhan pribadi, apalagi demi konten viral.

Sebagai alternatif aman, KAI telah menyediakan:

  • Charging station di stasiun
  • Area tunggu nyaman
  • Bahkan coworking space di beberapa titik

Jika lapar selama perjalanan, solusi paling aman tetap sederhana: gunakan layanan resmi seperti gerbong restorasi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.