BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Fenomena jemaah calon haji berusia muda atau generasi Z mewarnai keberangkatan kloter 1 Embarkasi Banjarmasin tahun ini.
Tren ini tak lepas dari kebiasaan masyarakat yang mendaftarkan haji sejak usia dini, sehingga memberi peluang berangkat di usia relatif muda saat masa tunggu telah terpenuhi.
Muhammad Nafis menjadi jemaah calon haji termuda pada kelompok terbang (kloter)1 Embarkasi Banjarmasin.
Mahasiswa Uniska yang masih berusia 20 tahun ini berangkat melaksanakan ibadah haji bersama lima orang keluarganya, termasuk ayah dan ibunya.
Nafis mengaku telah didaftarkan haji oleh orang tuanya pada Desember 2011 saat ia masih berusia 5 tahun atau sebelum masuk SD. Saat itu, belum ada batasan usia minimal untuk mendaftar haji.
"Itu kayaknya umur 5 tahun, belum SD lagi. Cuma bahari (dulu) kan peraturan belum ada umur lah, jadi masih bisa daftar bahari,” ujarnya.
Baca juga: Tak Hanya saat Baayun Maulid, Masjid Keramat Banua Halat Kiri Tapin Rutin Diziarahi Warga
Nafis mengungkapkan rasa syukur dan senangnya bisa berangkat di usia muda, meskipun merasa sedikit gugup karena tidak menyangka bisa berangkat secepat ini.
Untuk persiapan, ia lebih fokus pada kegiatan manasik, sementara untuk urusan perkuliahan, ia sudah mendapatkan izin dari pihak kampus.
Jemaah lain yang juga berusia muda, Putri Amalia (24) menjadi salah satu jemaah kloter 1 Embarkasi Banjarmasin. Ia mengaku didaftarkan haji oleh orang tuanya sejak tahun 2011 saat ia masih berusia 10 tahun atau masih duduk di kelas 5 sekolah dasar.
Wanita asal Banjarmasin ini berangkat bersama ibunya. Awalnya ia dijadwalkan juga berangkat bersama ayahnya, namun karena sang ayah telah wafat, posisinya digantikan oleh kakaknya.
“Perasaannya senang, sama agak deg-degan juga karena bisa dibilang hampir jadi yang termuda, sebenarnya masih ada yang lebih muda cuma beda kloter ya,” katanya.
(Banjarmasinpost.co.id/Rizki Fadillah)