TRIBUNNEWS.COM - Sebanyak 53 dari 103 anak yang dititipkan di Daycare Little Aresa Kota Yogyakarta, DI Yogyakarta diduga alami kekerasan dari pengasuhnya.
Kasus ini jadi sorotan setelah polisi menggerebek tempat penitipan anak (TPA) atau Daycare Little Aresa, pada Jumat (24/4/2026) lalu.
Sejumlah anak juga disebut mengalami luka yang sama.
Mereka mengalami kulit melepuh, ada bekas cubitan dan cakaran, luka di punggung hingga bibir.
Bahkan, mayoritas anak yang dititipkan di Daycare Little Aresha juga mengalami pneumonia.
Pneumonia merupakan infeksi akut pada paru-paru yang menyebabkan peradangan pada kantung udara atau alveoli.
Penyakit ini juga sering disebut paru-paru basah karena terisi cairan atau nanah.
Penyebabnya yakni oleh bakteri, virus, atau jamur, dan ditandai dengan batuk berdahak, demam, menggigil, serta sesak napas.
Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Rizki Adrian mengatakan, 53 anak yang mendapatkan tindak kekerasan tersebut berusia di bawah dua tahun.
Bahkan, ada bayi tiga bulan yang diduga mendapatkan tindak kekerasan dari pengasuhnya.
"Ada yang umur dari 0 sampai 3 bulan itu berbeda-beda. Tapi, kalau jumlah semua kami lihat itu 103."
Baca juga: Kebohongan Daycare Little Aresha, Janjikan Fasilitas Fiktif ke Orang Tua Siswa
"Tapi kalau untuk yang kita lihat ada dugaan tindakan kekerasannya itu sekitar 53 anak," terang Adrian, dikutip dari TribunJogja.com.
Adrian menambahkan, dari hasil penyelidikan sementara, diduga aksi penganiayaan ini berlangsung sekitar satu tahun.
Namun, pihaknya masih belum bisa banyak memberikan keterangan karena masih dalam penyelidikan.
“Untuk informasi detailnya nanti hari Senin kami rilis,” tegas Adrian.
Meski begitu, saat ini sudah ada 13 orang yang jadi tersangka atas kasus yang menggemparkan dunia pendidikan anak. ini.
Sejumlah orang tua melaporkan dugaan perlakuan tidak manusiawi yang dialami anak-anak mereka selama dititipkan.
Indikasi adanya kekerasan muncul dari kesamaan luka yang ditemukan pada beberapa anak.
"Kemudian ada beberapa luka di bagian badan, tapi kebetulan anak saya juga pernah mengalami luka tersebut."
"Dan luka tersebut ternyata sama dengan luka anak orang tua lain yang anaknya dititipkan di sana, jadi kita tahu bahwa ternyata lukanya sama," ungkap Noorman, salah satu orang tua yang menitipkan 2 anaknya sejak 2022 hingga 2025.
Dikutip dari TribunJogja.com, Noorman juga menduga adanya manipulasi dari pihak daycare saat ia menemukan luka di punggung dan bibir anaknya.
"Jadi mereka bilang ini luka dari rumah ya, bun," ucap Noorman menirukan dalih pihak daycare.
Padahal, ia sudah memastikan anaknya tak memiliki luka saat dimandikan di rumah sebelum berangkat.
Baca juga: Kejanggalan Daycare Little Aresha, Anak-Anak Punya Luka yang Sama, Takut saat Akan Diantarkan
Orang tua lainnya, Choirunisa (34), bahkan menunjukkan bukti tangan anaknya melepuh.
Saat bertanya kepada pihak daycare, ia mendapatkan jawaban bahwa luka tersebut adalah cacar air. Kejadian ini bahkan belum lama terjadi.
"Kayak gini (melepuh) ini pas hari Jumat juga, dua minggu lalu. Bilangnya kena cacar air atau gimana. Tapi kalau kena cacar air, itu cuma bagian tangan sini sampai ini saja. Itu tangan dua-duanya, seperti melepuh," ujarnya.
Selain itu, anaknya yang masih berusia 1,5 tahun mengalami penurunan berat badan.
Buah hatinya juga alami sakit batuk hingga muntah-muntah.
"Dia pilek sampai sekarang belum sembuh. Terus batuk, biasanya nggak pernah batuk."
"Batuknya sampai muntah-muntah terus. Berat badannya juga dari hampir sembilan, jadi turun sampai delapan."
"Lukanya, ini ada fotonya. Ini semalam," ungkapnya.
Baca juga: Buntut Kekerasan Anak di Daycare Little Aresha Jogja: 13 Tersangka Ditahan, Pemkot akan Sweeping
Choirunisa juga mencemaskan trauma psikis yang terbawa hingga ke rumah.
Karena dipaksa tidur di lantai tanpa alas di daycare, anaknya kini mengalami gangguan saat tidur.
"Dia menangis minta tidur di bawah, kebiasan di daycare ternyata tidurnya di bawah," terangnya.
(Tribunnews.com, Muhammad Renald Shiftanto)(TribunJogja.com, Miftahul Huda)