Perang Iran-AS Hari Ke-58: Teheran Tolak Negosiasi di Bawah Tekanan, Eskalasi Meluas ke Lebanon
Febri Prasetyo April 26, 2026 04:38 PM

TRIBUNNEWS.COM - Pada Minggu (26/4/2026), perang Iran-Amerika Serikat (AS) memasuki hari ke-58.

Terkini, upaya diplomasi antara Teheran dan Washington kembali menemui jalan buntu.

Dilaporkan, Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana kunjungan utusan khususnya ke Pakistan.

Al Jazeera melaporkan keputusan tersebut menandai kemunduran terbaru dalam upaya mengakhiri konflik yang telah berlangsung dua bulan antara AS-Israel dan Iran.

Trump menyebut pembatalan dilakukan karena proposal Iran dinilai tidak memadai.

Ia juga menuding adanya “kebingungan internal” di tubuh kepemimpinan Iran, serta menegaskan bahwa Washington masih memegang kendali penuh atas situasi.

Berikut ini rangkuman peristiwa dalam perang Iran yang memasuki hari ke-58, Minggu (26/4/2026).

Iran Tolak Negosiasi di Bawah Tekanan

Di sisi lain, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan Teheran tidak akan terlibat dalam “negosiasi yang dipaksakan” di bawah ancaman atau blokade.

Baca juga: Iran Resmi Buka Lagi Penerbangan Komersial dari Teheran, Rute Istanbul hingga Madinah Kembali Aktif

Namun, Iran menegaskan bahwa setiap pembicaraan harus didahului pencabutan hambatan operasional, termasuk blokade terhadap pelabuhan Iran.

AS Meningkatkan Tekanan Militer dan Ekonomi

Reuters melaporkan Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi penyitaan kapal yang diduga bagian dari “armada bayangan” Iran yang mengangkut minyak ke pasar internasional.

Langkah ini memperketat tekanan ekonomi di tengah konflik yang telah mendorong harga energi global naik tajam dalam beberapa pekan terakhir.

Trump juga menyatakan bahwa Iran belum menawarkan proposal yang dapat diterima. Ia menyebut pembicaraan saat ini tidak efisien dan terlalu mahal secara diplomatik.

Eskalasi Konflik Meluas ke Lebanon

Di Lebanon, situasi juga memburuk. Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengonfirmasi serangan terhadap target Hizbullah di Lebanon selatan.

Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan sedikitnya empat orang tewas akibat serangan drone dan rudal Israel di wilayah Nabatieh dan Yohmor al-Shaqif.

Militer Israel juga dilaporkan menghancurkan sejumlah bangunan di Bint Jbeil, memperpanjang ketegangan di sepanjang perbatasan utara.

Baca juga: Iran Resmi Buka Lagi Penerbangan Komersial dari Teheran, Rute Istanbul hingga Madinah Kembali Aktif

Diplomasi Terhenti, Risiko Perang Regional Meningkat

Dengan gagalnya pembicaraan Teheran–Washington, para analis menilai risiko eskalasi konflik regional semakin besar, terutama jika jalur diplomasi tidak segera dibuka kembali.

Hingga kini belum ada tanda-tanda kedua pihak akan melonggarkan posisi masing-masing di tengah meningkatnya tekanan militer, ekonomi, dan politik di kawasan.

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.