Laporan Wartawan TribunBengkulu.com, M. Rizki Wahyudi
TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rejang Lebong mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Yakni terhadap potensi bencana yang dipicu kondisi cuaca yang tidak menentu. Termasuk, musim kemarau yang dapat menyebabkan kekeringan hingga kebakaran.
Kepala BPBD Rejang Lebong, M Budianto, melalui Kasi Kedaruratan Rio Agustian Pakpahan, menyampaikan bahwa musim kemarau tahun 2026 diprediksi berlangsung lebih panjang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Bahkan terlihat sejauh ini, cuaca buruk yang disebabkan El Nino juga kerap terjadi di Rejang Lebong.
Menurutnya, jika kondisi tersebut terjadi maka berpotensi memicu sejumlah bencana seperti kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla).
"Benar, kami telah lakukan mitigasi bencana terkait cuaca ekstrim yang terjadi di tahun 2026 ini,"sampai Rio saat dikonfirmasi wartawan TribunBengkulu.com pada Minggu (26/4/2026).
Rio menjelaskan, masyarakat diminta tidak lengah karena kondisi cuaca saat ini cenderung tidak menentu, dengan peralihan antara hujan dan panas yang terjadi dalam waktu singkat.
“Bencana tidak mengenal waktu dan tempat. Saat ini kita sudah mulai memasuki kondisi cuaca yang berubah-ubah antara hujan dan panas, sehingga masyarakat harus tetap waspada,”sampai Rio.
Ia menegaskan, BPBD siap merespons cepat setiap laporan kejadian bencana yang disampaikan masyarakat, khususnya yang bersifat akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Kami siap turun langsung ke lokasi apabila ada laporan dari masyarakat, termasuk untuk kejadian kekeringan maupun kebakaran hutan dan lahan,” jelasnya.
Baca juga: Angin Puting Beliung Hantam Rejang Lebong, Satu Rumah Warga Rusak Berat
Selain itu, BPBD juga mengingatkan masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai agar berhati-hati saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
Warga diminta tidak membuang sampah ke sungai maupun saluran drainase, karena dapat memicu banjir akibat penyumbatan aliran air.
“Bagi masyarakat yang tinggal di pinggiran sungai, kami imbau untuk waspada saat hujan deras dan menjaga kebersihan lingkungan, terutama tidak membuang sampah ke sungai,” tegas Rio.
Terkait potensi kekeringan, BPBD membuka ruang bagi masyarakat untuk melaporkan jika mengalami kesulitan air bersih, terutama apabila sumber air di wilayahnya mengalami kekeringan.
Rio memastikan, setiap laporan akan ditindaklanjuti dengan berkoordinasi bersama instansi terkait, seperti Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Sosial, serta PDAM.
“Apabila ada warga yang terdampak kekeringan, silakan melapor ke BPBD. Kami akan tindak lanjuti dan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk penanganannya,” katanya.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD Rejang Lebong telah memperkuat upaya mitigasi dengan melakukan pemetaan daerah rawan bencana di wilayah setempat.
Selain itu, personel dan peralatan juga telah disiagakan guna memastikan respons cepat dalam penanganan bencana.
BPBD menegaskan bahwa potensi bencana masih cukup tinggi dalam beberapa waktu ke depan. Oleh karena itu, masyarakat yang tinggal di wilayah rawan diminta untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melapor jika terjadi kondisi darurat.
"Untuk potensi bencana masih cukup tinggi, kami menghimbau tetap hati-hati, segera laporkan jika terjadi agar bisa cepat ditangani,"tutup Rio.