Fakta Penembakan di Dinner Presiden AS: Kondisi Donald Trump, Sosok Pelaku, Motif Hingga Kronologi
Murhan April 26, 2026 04:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Penembakan terjadi di acara dinner atau jamuan makan malam Asosiasi Koresponden Gedung Putih yang dihadiri Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, pada Sabtu (25/4/2026).

Peristiwa ini menghebohkan publik. Sosok pelaku penembakan teridentifikasi bernama Cole Allen (31), warga Torrance, California.

Sumber penegak hukum kepada CBS News mengatakan, Allen diduga memiliki niat untuk menembak pejabat dalam pemerintahan Presiden Donald Trump.

Meski begitu, otoritas AS belum mengumumkan motif resmi di balik aksinya.

Insiden terjadi di luar ballroom Washington Hilton, lokasi berlangsungnya jamuan makan malam. 

Saat kejadian, Trump dan Ibu Negara Melania Trump berhasil dievakuasi dengan selamat, dan tidak ada tamu yang mengalami luka serius. 

Meski demikian, seorang agen Secret Service sempat terkena tembakan. 

Baca juga: Prakiraan Cuaca Kalsel, Senin 27 April 2026, 2 Kabupaten Hujan Petir Siang dan Sore, 11 Wilayah Aman

Beruntung, ia selamat karena mengenakan rompi antipeluru. 

Sumber penegak hukum menyebutkan, pelaku melepaskan setidaknya 5-8 kali tembakan dalam insiden tersebut. 

Kepala sementara Kepolisian Metropolitan Washington DC, Jeffery Carroll, mengatakan pelaku membawa sejumlah senjata saat berusaha menerobos pos pemeriksaan keamanan. 

Senjata tersebut meliputi senapan laras panjang, pistol, serta beberapa pisau. 

Pelaku berhasil dihentikan oleh aparat dan ditangkap di lokasi kejadian. 

Ia tidak terkena tembakan, namun tetap dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan. 

“Pada tahap ini, tampaknya dia bertindak seorang diri,” ujar Carroll, seraya menambahkan bahwa penyelidikan masih terus berlangsung. 

Presiden Trump juga menyebut pelaku sebagai “lone wolf” atau penyerang tunggal dalam konferensi pers terpisah di Gedung Putih.

Sosok Penembak  

Dari sisi latar belakang, Cole Allen diketahui pernah bekerja di lembaga bimbingan belajar C2 Education di Torrance. 

Ia bahkan sempat menerima penghargaan “Teacher of the Month” pada Desember 2024. 

Selain itu, ia merupakan lulusan California Institute of Technology pada tahun 2017. 

Namun belum diketahui apakah ia masih aktif bekerja di perusahaan tersebut saat insiden terjadi. 

Pada malam kejadian, aparat federal juga terlihat mendatangi rumah yang diduga milik Allen di Torrance untuk melakukan penggeledahan.

Sementara itu, Jaksa AS untuk Distrik Columbia, Jeanine Pirro, menyatakan Allen akan didakwa atas penggunaan senjata api dalam tindak kekerasan serta penyerangan terhadap petugas federal dengan senjata berbahaya. 

Pirro menambahkan, pelaku kemungkinan akan menghadapi dakwaan tambahan seiring perkembangan penyelidikan. 

“Berdasarkan yang kami ketahui sejauh ini, jelas bahwa individu ini berniat menimbulkan kerusakan dan korban sebesar mungkin,” ujarnya.

Allen dijadwalkan menjalani sidang perdana di pengadilan federal pada Senin mendatang. 

Jake Tapper dari CNN yang hadir di acara tersebut, menggambarkan suasana yang terjadi saat insiden penembakan.

“Kami semua sedang makan malam ini, lalu tiba-tiba, saya tidak mendengar suara ledakan, tapi saya rasa memang ada ledakan. Kemudian ada petugas Secret Service berlari menyusuri lorong,” katanya. 

“Saat ini tidak ada seorang pun di atas panggung, tetapi presiden ada di sana dan Secret Service mengantarnya keluar. Orang-orang melompat-lompat di bawah meja dengan sangat kesal dan khawatir," lanjut Tapper. 

Tapper mengatakan bahwa seseorang, yang mengenakan emblem khusus yang biasa dipakai oleh agen Secret Service AS, mengatakan ada penembak di dalam gedung tersebut. 

Anggota pemerintahan lainnya juga diantar keluar ruangan oleh Secret Service, antara lain Menteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Robert F. Kennedy dan Menteri Keuangan Scott Bessent.

Kronologi

Sebelunya, pada Sabtu malam pukul 20.35 waktu setempat, para tamu undangan di acara makan malam Washington Hilton, mendengar suara tembakan. 

Agen Secret Service pun segera bergegas menuju Trump, mengawal presiden dan kabinetnya keluar dari ruangan tersebut. 

Wali Kota Washington DC Muriel Bowser dan kepala polisi Jeffery Carroll mengatakan seorang pria bersenjata menyerbu pos pemeriksaan Secret Service di lobi. 

Tersangka tersebut menerobos pos pemeriksaan Secret Service di area lobi hotel dengan membawa senapan, pistol, dan beberapa pisau. 

Saat tersangka berlari melewati pos pemeriksaan, anggota Secret Service mencegatnya. 

Walikota mengatakan salah seorang agen Secret Service terluka dan dilarikan ke rumah sakit. 

Ia menambahkan bahwa tersangka juga dipindahkan ke rumah sakit setempat untuk diperiksa. 

Pada pukul 21.17 waktu setempat, Trump memberikan komentar pertamanya usai penembakan tersebut. 

Sekitar 20 menit kemudian, Trump kembali mengunggah postingan dan mengatakan bahwa aparat penegak hukum meminta dia dan yang lainnya meninggalkan lokasi acara. 

“Acara tersebut akan dijadwal ulang dalam waktu 30 hari," kata Trump, dilansir dari The Guardians, Minggu. (*)

(Banjarmasinpost.co.id/Tribunnews.com/kompas.com)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.