TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Chevy Agung Martadewa (31) hanya bisa tertegun saat melihat kaca belakang mobil Toyota Innova milik rental hancur berantakan diduga dihantam batu kelompol massa yang terlibat keributan di Jalan Tunjung Biru, Pemogan, Denpasar Selatan, Minggu 26 April 2026 pagi.
Ia menjadi korban meski sejatinya bukan sasaran dari kelompok pelaku, hingga mengalami kerugian materiil akibat aksi sekelompok orang tersebut yang pecah pada dini hari dipicu pesta miras penghuni kamar kos lainnya.
Mobil bernomor polisi DK 1302 ADF tersebut sedang diparkir di area indekos saat gerombolan massa berjumlah belasan orang menyerang lokasi tersebut dengan senjata tajam dan lemparan batu.
Baca juga: Kasus Viral Bos Arisan Twins SJ Dicegat Korbannya di Bandara, Polda Bali Ungkap Modus Pelaku
Padahal, Chevy selaku pemilik kendaraan rental itu sama sekali tidak mengenal para pelaku maupun terlibat dalam perselisihan yang terjadi.
"Dari pemilik mobil tidak melapor karena itu mobil rental, jadi yang bersangkutan minta ganti kerugian untuk perbaikan mobil," ujar Kanit Reskrim Polsek Denpasar Selatan, Iptu Azel Arisandi kepada Tribun Bali.
Ia mengungkapkan bahwa kerugian yang dialami warga yang tidak bersalah ini merupakan dampak dari eskalasi konflik sepele yang berujung anarkis.
Baca juga: Viral Bule Italia Ngamuk Saat Ditilang karena Tak Pakai Helm, Berbuntut Kendaraan Disita
Berdasarkan penyelidikan, massa yang datang membabi buta melakukan pelemparan ke arah area indekos tanpa mempedulikan kendaraan warga yang terparkir di sana.
"Korban benar-benar tidak tahu apa-apa. Dia baru mengetahui kaca mobil belakangnya pecah sekitar pukul 07.00 WITA. Ada bekas batu lemparan di dalam mobil. Setelah dikonfirmasi, ternyata ada keributan besar semalam di lokasi tersebut," ujar dia.
"Diduga kuat salah satu dari kelompok yang bertikai itulah yang melempar mobil korban," imbuhnya.
Iptu Azel menjelaskan bahwa pemicu amukan massa tersebut bermula dari pesta miras di kamar nomor 10 yang dihadiri Kristian, Andre Solo, Andre Nani, dan Ino Nani.
Baca juga: Viral! Keributan di Bandara Ngurah Rai Bali, Sempat Saling Jambak Rambut, Dipicu Masalah Arisan
Di tengah pengaruh alkohol, Andre Solo tidak sengaja memecahkan gelas yang serpihannya melukai kaki Ino Nani.
Hal ini memicu pemukulan terhadap Andre Solo yang kemudian tidak terima dan kembali membawa massa sekitar 15 hingga 20 orang bersenjata parang untuk melakukan aksi balas dendam.
Pihak kepolisian menegaskan tidak tinggal diam melihat aksi yang meresahkan ketertiban umum ini.
Iptu Azel Arisandi menyatakan bahwa satu orang yang terlibat langsung dalam keributan awal telah diringkus untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
"Satu terduga pelaku atas nama Andre Solo sudah kami amankan di Mako Polsek Denpasar Selatan guna penyelidikan lebih lanjut," pungkas Kanit Reskrim. (*)