Eks Karyawan Bongkar Dugaan Penganiayaan di Daycare Little Aresha, Orangtua Mulai Curiga
Rusaidah April 26, 2026 05:03 PM

BANGKAPOS.COM -- Begini nasib mantan karyawan yang mengungkap dugaan penganiyaan dan kondisi di daycare Little Aresha.

Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Eva Guna Pandia menjelaskan, penggerebekan daycare Little Aresha di Sorosutan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta bermula dari laporan seorang eks pegawai.

Kasus dugaan kekerasan terhadap anak ini terkuak setelah mantan karyawan tersebut merasa ada kejanggalan dalam pola pengasuhan di tempat penitipan itu.

“Awalnya dari karyawannya itu melihat bahwa perlakuan terhadap bayi atau anak yang dititip itu kurang manusiawi,” kata dia saat dihubungi, Sabtu (25/4/2026).

Baca juga: Video : Teknisi Angkatan Laut AS Diserang Monyet di Thailand saat Menuju Selat Hormuz

Kondisi tersebut membuat karyawan itu akhirnya memutuskan berhenti karena merasa tidak nyaman bekerja di lingkungan tersebut.

“Tidak sesuai dengan hati nuraninya karena mungkin ada yang dianiaya juga mungkin kan. Ditelantarkan, akhirnya dia merasa tidak sesuai hati nurani minta resign,” ujar Pandia.

Setelah keluar dari pekerjaannya, ia justru menghadapi persoalan baru lantaran ijazahnya diduga masih ditahan oleh pihak daycare.

“Ijazahnya ditahan sama pemilik sehingga dia melaporlah ke kita. Sehingga kami dapat informasi seperti itu. Langsung ditindaklanjuti,” bebernya.

Berbekal laporan itu, pihak kepolisian kemudian melakukan penyelidikan dan langsung menindaklanjuti informasi yang diterima.

Saat didatangi pada Sabtu siang, lokasi daycare terlihat sudah tidak beroperasi dan telah dipasangi garis polisi.

Dari keterangan pada spanduk di depan bangunan, tempat penitipan tersebut menerima anak usia 2 bulan hingga 8 tahun.

Orangtua Mulai Curiga

Salah satu orangtua, Aldewa, mengaku mengetahui kabar penggerebekan tersebut dari media sosial pada Jumat sore.

“Itu saya baca jam 5 ada ibu jemput katanya lihat di video sudah posisi diiket (anak) dan segala macam,” katanya saat ditemui di Yogyakarta, Sabtu (25/4/2026).

Ia juga mengungkapkan sempat melihat luka lebam di tubuh anaknya yang berusia 3 tahun, meski saat itu ia mengira luka tersebut akibat terjatuh.

“Kalau bekas luka, terakhir kemarin dijemput mbahnya itu ada luka lebam di kaki. Nah mbahnya enggak bilang apa-apa. Terus istri saya bilang kayaknya jatuh deh. Ya udah saya juga enggak tanya pihak sekolah,” ujarnya.

Selain itu, ia menyebut anaknya sempat menunjukkan tanda-tanda ketakutan, seperti menangis setiap hendak berangkat ke daycare.

“Kalau pagi. Biasanya kalau mau sekolah mesti nangis. Tapi kalau udah sampai 'cep' diem,” kata Aldewa.

Anak Demam Tak Dilaporkan

Orangtua lainnya, Khairunisa, mengaku anaknya yang berusia 1,5 tahun sering mengalami gangguan kesehatan selama dititipkan di tempat tersebut.

“Dia pilek sampai sekarang belum sembuh. Terus batuk biasanya nggak pernah batuk. Batuknya sampai muntah-muntah,” ujarnya.

"Yang saya kaget dia demam sampai 38,7 derajat atau 39 itu tidak bilang ke kami. Bilangnya pas kami sudah ngomong. Buk ini demam ya. Oh iya demam kemarin,” lanjutnya.

Khairunisa datang ke Polresta Yogyakarta untuk melapor sekaligus mencari kejelasan atas peristiwa yang terjadi.

“Melapor sekaligus melihat kejadian kemarin dan memang anak saya terlihat kondisi tangannya diikat di sini,” katanya.

Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait dugaan kekerasan dan penelantaran anak di tempat penitipan tersebut.

(Tribunnews/Kompas.com/Bangkapos.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.