Lengkap! Ini 6 Klaster Penanganan Bencana yang Diterapkan di Simulasi Banjir Klaten
Delta Lidina April 26, 2026 06:54 PM

TRIBUNNEWSMAKER.COM, KLATEN – Simulasi banjir dalam rangka Hari Kesiapsiagaan Bencana 2026 di Desa Japanan, Cawas, Klaten, Minggu (26/4/2026) menerapkan enam klaster penanganan bencana secara terintegrasi, mulai dari evakuasi hingga pemulihan pascabencana.

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menjelaskan, seluruh klaster tersebut dijalankan oleh berbagai stakeholder agar penanganan bencana berlangsung sistematis.

“Ini maka dari itu kita melibatkan seluruh stakeholder yang ada di Kabupaten Klaten, baik itu rekan-rekan Forkopimda dan dinas-dinas terkait sehingga semua klaster ini bisa berjalan dengan lancar,” ujarnya.

Enam klaster yang diterapkan meliputi pencarian dan pertolongan (SAR), perlindungan dan pengungsian, kesehatan, logistik, pendidikan, serta pemulihan.

Dalam simulasi, klaster SAR bertugas mengevakuasi korban dari lokasi banjir. Klaster pengungsian mengelola tempat evakuasi, sementara klaster kesehatan menangani kondisi medis dan sanitasi korban.

Baca juga: Simulasi Banjir Klaten Disorot Nasional, Bupati Hamenang: Jadi Role Model Penanganan Bencana!

Selain itu, klaster logistik memastikan distribusi bantuan berjalan lancar, klaster pendidikan menjaga keberlangsungan belajar, dan klaster pemulihan menyiapkan rehabilitasi pascabencana.

BENCANA DI KLATEN - Pemkab Klaten menggelar simulasi penanganan bencana banjir dalam rangka Hari Kesiapsiagaan Bencana 2026 di Desa Japanan, Kecamatan Cawas, Minggu (26/4/2026).
BENCANA DI KLATEN - Pemkab Klaten menggelar simulasi penanganan bencana banjir dalam rangka Hari Kesiapsiagaan Bencana 2026 di Desa Japanan, Kecamatan Cawas, Minggu (26/4/2026). (TribunSolo/Ibnu Dwi Tamtomo)

Hamenang menyebut, pendekatan berbasis klaster ini menjadi standar nasional dalam penanganan bencana.

“Ini kita terapkan di simulasi ini,” katanya.

Ia menambahkan, model tersebut diharapkan bisa menjadi contoh bagi daerah lain.

“Ini yang kemudian dijadikan role model oleh nasional pada saat terjadi bencana (bajir) di wilayah,” jelasnya.

Dengan simulasi ini, pemerintah daerah ingin memastikan setiap unsur memahami peran masing-masing saat terjadi bencana nyata. (TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.