TRIBUNGAYO.COM - Fenomena El Nino yang kini mulai terasa di Indonesia bukan hanya soal cuaca panas dan kemarau panjang.
Namun juga membawa risiko kesehatan serius seperti dehidrasi, heatstroke dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Oleh sebab itu, Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap dampak cuaca panas ekstrem.
"El Nino adalah risiko musiman yang memang berkaitan dengan fenomena alam dan perubahan iklim.
Tetapi kita harus sehat dan bijak menjadi manusia yang menjaga kesehatan sebetulnya," kata Ketua Umum IAKMI, Hermawan Saputra, Kamis (23/4/2026).
Bagi masyarakat yang banyak beraktivitas di luar ruangan, risiko berbagai penyakit itu disebut Hermawan semakin meningkat.
Ia menyebut perilaku hidup bersih dan sehat sebagai kunci utama menghadapi kondisi ini.
Dilansir dari Tribun Toraja, Minggu (26/4/2026) fenomena El Nino adalah kondisi iklim global yang ditandai dengan pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur.
Dampaknya bagi Indonesia biasanya berupa penurunan curah hujan, musim kemarau lebih panjang.
Kemudian kekeringan dan meningkatnya risiko kebakaran hutan serta krisis air bersih
Hermawan menyampaikan sejumlah langkah konkret yang bisa diterapkan masyarakat:
Selain penyakit yang berkaitan langsung dengan panas, Hermawan juga mewaspadai Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan penyakit kulit akibat paparan sinar matahari langsung.
"Sudah pasti ISPA dan risiko penyakit kulit karena paparan langsung matahari menjadi risiko yang langsung," ujarnya.
ISPA berisiko meningkat karena polusi udara yang kian tinggi selama El Nino, terutama di perkotaan.
Kekeringan ditambah asap kendaraan bermotor memperluas paparan debu, yang berdampak terutama pada orang-orang dengan riwayat alergi. (*)
Baca juga: Cuaca Panas Ekstrem Melanda Filipina Suhu Hampir 40 Derajat Celsius
Baca juga: Dampak Cuaca Panas, Nyamuk Demam Berdarah Dengue Akan Semakin Ganas