Laporan Wartawan Serambi Indonesia Muhammad Nasir | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Upaya peningkatan produksi minyak dan gas bumi (migas) di Aceh terus digenjot.
Kepala Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), Nasri Djalal, menyebut sejumlah kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) mulai merancang pengembangan lapangan baru melalui pengeboran sumur.
Medco E&P Malaka yang beroperasi di Aceh Timur, direncanakan memulai pengeboran sumur baru pada awal 2027. Sementara itu, PT Pema Global Energi di Aceh Utara menyiapkan pengeboran baru tahun ini dengan target produksi gas dan kondensat.
Langkah serupa juga dilakukan oleh Triangle Pase selaku operator Blok Pase, yang dijadwalkan melakukan pengeboran sumur baru dalam tahun berjalan.
BPMA menargetkan lifting migas Aceh mencapai 10 ribu barel minyak per hari, termasuk kondensat, sebagai bagian dari kontribusi daerah terhadap program nasional produksi 1 juta barel per hari.
Nasri menjelaskan sebagian besar lapangan migas Aceh merupakan lapangan tua dengan cadangan terbatas, sehingga peningkatan produksi harus didukung eksplorasi dan pengembangan sumur baru.
Baca juga: Rencana Pelayaran Aceh–Jakarta, Pengusaha Nilai Biaya Logistik Bisa Lebih Murah
Selain itu, minat investor terhadap sejumlah blok migas di Aceh juga meningkat. Blok Andaman III diminati konsorsium Jepang JAPEX dan JOGMEC, Blok Lhokseumawe dilirik PT Energi Hijau bersama Barakah Petroleum Malaysia, serta Blok South Block A Aceh Timur diminati BUMD PT Pembangunan Aceh.
“Ini sinyal positif bahwa potensi migas Aceh masih menjanjikan dan kembali dipercaya investor,” ujar Nasri.(*)