TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Tidak semua sertifikat atau piagam penghargaan dapat digunakan untuk mendaftar melalui jalur prestasi dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di Kabupaten Semarang.
Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikbudpora) Kabupaten Semarang menegaskan, hanya sertifikat resmi yang berjenjang atau yang telah lolos proses kurasi yang dapat digunakan sebagai syarat seleksi.
Baca juga: Pemprov Jateng Umumkan SPMB SMKN Boarding dan Semi Boarding Dibuka, Ini Alur Pendaftarannya
Plt Kepala Disdikbudpora Kabupaten Semarang, M Taufiqur Rahman mengatakan, sertifikat yang berjenjang resmi akan otomatis masuk dalam sistem penilaian.
Sementara itu, sertifikat yang tidak berjenjang harus melalui proses verifikasi dan validasi (verval) terlebih dahulu.
"Sertifikat atau piagam penghargaan yang berjenjang resmi otomatis masuk sistem. Yang tidak terjenjang itu tidak masuk sistem. Namanya, dikurasi atau verval," jelasnya.
Setelah dilakukan verval dan lolos kurasi, lanjut dia, akan muncul angka sebagai bobot penilaian masuk jalur prestasi.
Kebijakan ini akan berlaku untuk SPMB jalur prestasi pada 2026 mendatang.
"Jadi, nggak asal juara, diterima. Dikurasi dari pusat," ujarnya.
Menurut dia, pemerintah pusat telah menyiapkan tim khusus untuk proses kurasi.
Kebijakan ini untuk meminimalisasi adanya sertifikat yang tiba-tiba muncul jelang pemerimaan peserta didik baru.
Ia menyebut, piagam kejuaraan yang bisa lolos kurasi yakni piagam dari lomba yang mendukung proses pembelajaran atau mendukung proses pembentukan karakter siswa.
"Tidak asal lomba," ucapnya.
Baca juga: Pelibatan Sekolah Swasta Dongkrak Daya Tampung SPMB Semarang hingga 15 Persen
Selain piagam prestasi, tes kemampuan akademik (TPA) yang sudah digelar di jenjang SD dan SMP nantinya juga dapat digunakan untuk SPMB jalur prestasi.
Taufiq menyampaikan, TKA di Kabupaten Semarang berjalan lancar.
Dari ribuan siswa, hanya ada satu anak jenjang SMP yang tidak mengikuti TKA.
"SMP hanya satu anak yang nggak ikut. Itu kan bebas. Jadi, mungkin dia ada alasan tersendiri nggak ikut," ujarnya. (eyf)