Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia Ciptakan Perangkap Lalat Tenaga Surya
Endra Zulkarnain April 26, 2026 07:19 PM

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Lampung Barat- Mahasiswa Program Studi Teknik Elektro Universitas Teknokrat Indonesia membuat inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat di Lampung Barat.

Taufiqurrahman Arya Arrasyid Setyaki dari kelas TE22A berhasil mengembangkan alat perangkap hama lalat berbasis energi surya.

Alat hasil karya mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia ini sangat membantu peternak domba di Desa Tugu Sari, Kecamatan Sumber Jaya, Lampung Barat.

Inovasi ini dilatarbelakangi oleh tingginya gangguan lalat di area peternakan yang tidak hanya menimbulkan ketidaknyamanan.

Tetapi juga berpotensi menyebarkan penyakit serta menurunkan produktivitas ternak.

Selama ini, peternak masih mengandalkan insektisida untuk mengatasi hama. Namun, metode tersebut dinilai kurang efektif dan berisiko terhadap kesehatan ternak serta lingkungan.

Melihat kondisi tersebut, Taufiqurrahman merancang alat yang memanfaatkan energi matahari sebagai sumber listrik utama.

Alat ini dilengkapi lampu ultraviolet untuk menarik lalat dan jaring kawat bertegangan listrik untuk membasmi hama secara otomatis.

Sistem dirancang bekerja pada malam hari sehingga dapat menangkap serangga secara optimal tanpa intervensi manual.

Berdasarkan hasil penelitian, pengujian alat dilakukan selama tujuh hari pada 14–20 Januari.

Panel surya mampu menghasilkan tegangan tertinggi sebesar 29,2 volt pada pukul 13.00 WIB, sementara arus tertinggi mencapai 4,75 ampere pada hari kelima pukul 11.00 WIB.

Selain itu, tegangan output baterai ke beban tercatat mencapai 10,4 volt pada pukul 18.00 WIB dengan arus sebesar 5,7–5,8 ampere dan daya berkisar antara 57 hingga 60 watt.

Selama pengujian, alat ini terbukti efektif menangkap berbagai jenis serangga seperti lalat, nyamuk, tawon, kupu-kupu, hingga laron.

Keunggulan lain dari inovasi ini adalah kemampuannya bekerja secara mandiri tanpa bergantung pada listrik PLN.

Hal ini menjadikannya cocok digunakan di wilayah peternakan yang memiliki keterbatasan akses listrik.

Selain itu, penggunaan energi terbarukan membuat alat ini lebih ramah lingkungan dan hemat biaya operasional.

Penelitian ini merupakan hasil bimbingan dosen Teknik Elektro, Fika Trisnawati, S.T., M.T., yang turut mendorong mahasiswa untuk menghasilkan solusi yang aplikatif di lapangan.

Dukungan juga datang dari Ketua Program Studi S1 Teknik Elektro, Elka Pranita, M.T., yang memperkuat kualitas penelitian tersebut.

Sementara itu, alumni Teknik Elektro Universitas Teknokrat Indonesia, Ananda Satrio Wicaksono, S.T., yang kini bekerja sebagai Mechanic Landing Gear Shop di Batam Aero Technic (Lion Group), turut membagikan pengalamannya selama kuliah.

Ia mengungkapkan bahwa perkuliahan tidak hanya memberikan pemahaman teori seperti rangkaian listrik dan elektronika.

Tetapi juga pengalaman berharga melalui kegiatan organisasi seperti Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro dan Teknokrat Vehicle Community.

“Pengalaman paling berkesan justru datang dari kegiatan organisasi dan project seperti mobil listrik. Dari situ saya belajar komunikasi, kerja tim, hingga bagaimana menerapkan teori ke dalam praktik,” kata Ananda Satrio dalam keterangan tertulis, Minggu (26/4/2026).

Menurutnya, tantangan selama kuliah seperti tugas dan manajemen waktu justru menjadi proses pembelajaran dalam membentuk kedisiplinan dan tanggung jawab.

Ia menambahkan, pengalaman tersebut sangat membantu saat memasuki dunia kerja, terutama dalam hal adaptasi, teamwork, dan menghadapi berbagai tantangan di lapangan. (*)

(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/rls)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.