TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kanwil Kemenkum) Papua Barat menggelar pameran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Manokwari City Mall (MCM), Manokwari, Minggu (26/4/2026).
Pameran UMKM merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan Kanwil Kemenkum Papua Barat dalam memperingati Hari Kekayaan Intelektual (KI) Sedunia.
Pantauan di lokasi menunjukkan para pelaku UMKM berjejer di lantai 1 pusat perbelanjaan tersebut, memamerkan beragam produk unggulan. Sejumlah pengunjung tampak antusias melihat sekaligus membeli produk yang ditawarkan.
Kakanwil Kemenkum Papua Barat, Sahata Marlen Situngkir, menjelaskan bahwa momentum Hari Kekayaan Intelektual Sedunia dimanfaatkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan hak kekayaan intelektual, khususnya pelaku usaha.
“Selain jalan santai dan senam bersama yang melibatkan influencer, kami juga menggelar pameran UMKM serta talkshow. Untuk pameran ini, kami mengundang 16 pelaku UMKM dengan berbagai produk. Antusiasme masyarakat cukup baik,” ujarnya.
Baca juga: Kanwil Kemenkum Papua Barat Fasilitasi Harmonisasi Raperda bersama DPR PB
Marlen menegaskan, kegiatan ini menjadi bukti komitmen Kemenkum dalam mendukung pemberdayaan UMKM, termasuk fasilitasi pendaftaran hak kekayaan intelektual seperti merek usaha, hak cipta, rahasia dagang, hingga kekayaan komunal.
“Kami juga memberikan kemudahan dalam pengurusan badan usaha seperti perusahaan perseorangan, serta membuka layanan Administrasi Hukum Umum (AHU) dan Kekayaan Intelektual (KI) agar masyarakat memperoleh informasi seluas-luasnya terkait layanan hukum,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, ia berharap 16 pelaku UMKM dapat meningkatkan nilai usaha sekaligus mendorong perputaran ekonomi di Manokwari dan Papua Barat.
“Kami terus mendorong pelaku usaha baru untuk mendaftarkan usahanya ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual agar identitas usaha mereka terlindungi secara hukum,” tambahnya.
Salah satu pelaku UMKM yang menggeluti usaha noken (tas rajutan), Amelia Tibako, menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan.
Ia mengaku meski jumlah pengunjung belum terlalu ramai, tetap bersyukur karena ada produk yang terjual.
“Kami berharap kegiatan seperti ini bisa lebih sering dilakukan, tidak hanya saat momen tertentu, sehingga menjadi peluang bagi kami untuk terus memasarkan produk dan mendapatkan penghasilan,” ujarnya.
Amelia menambahkan, keikutsertaan dalam pameran memberikan manfaat positif, baik dari sisi promosi maupun peningkatan pendapatan.
“Memang tidak banyak yang terjual, tetapi kami tetap senang karena ada pemasukan,” tutupnya.