TRIBUNSORONG.COM, SORONG - Perwakilan keluarga almarhum Maksi Bless meminta massa tetap tenang dan mempercayakan penanganan kasus kepada pihak kepolisian.
Maksi menjadi korban penikaman di Jalan Arfak, Kelurahan Kampung Baru, Distrik Sorong Kota, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Minggu (26/4/2026) dini hari.
Baca juga: Breaking News: Sekuriti Hotel di Sorong Tewas Ditikam, Keluarga Korban Blokade Jalan Tuntut Keadilan
Pihak keluarga kemudian menggelar aksi pemalangan di kawasan Tugu Pancasila, tepatnya Jalan Sam Ratulangi.
Valen Bles, keponakan almarhum mengatakan, pihaknya membuat laporan polisi sekitar pukul 08.00 WIT.
Baca juga: Update Kasus Penikaman Sekuriti Hotel di Sorong: Pelaku Masih Diburu, Polisi Sita Barang Bukti Sajam
Selanjutnya diteruskan ke penyidik termasuk menyerahkan hasil visum korban ke Polres Sorong Kota.
"Kami sudah bicara dengan Bapak Kapolsek, beliau ada bersama di sini. Beliau juga bagian dari kita dan saat ini bersama timnya sedang bekerja mencari pelaku," ujar Valen Bless di hadapan massa.
"Kami minta semua tenang, beri kesempatan kepada polisi bekerja."
Menurut Valen, aparat tengah menyelidiki secara intensif dalam memburu pelau, termasuk mengumpulkan rekaman kamera pengawas atau closed circuit television (CCTV) dan bukti-bukti lainnya.
Pihak keluarga berharap pelaku dapat segera ditangkap dalam waktu 1x24 jam.
Baca juga: Eks Plt. Kadisdik Kota Sorong jadi Saksi Sidang Korupsi Chromebook untuk Terdakwa Nadiem Makarim
Ia pun menekankan pentingnya menjaga situasi keamanan di lingkungan sekitar agar tetap kondusif.
"Polisi ada untuk menjaga keamanan kita, jadi mari jaga situasi tetap aman," kata Valen.
Kapolsek Sorong Barat AKP Max Pigai mengatakan, kepolisian masih menyelidiki serta memburu pelaku yang melarikan diri usai kejadian.
"Kami menyita barang bukti berupa senjata tajam (sajam). Anggota juga masih mengejar pelaku," ujarnya.
Max menambahan, aparat juga berkoordinasi dengan pihak keluarga korban serta meningkatkan kesiapsiagaan personel guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas.
Kasus penikaman membuat keluarga korban menggelar aksi pemalangan jalan di kawasan Tugu Pancasila, tepatnya Jalan Sam Ratulangi.
Massa memblokade jalan sejak pukul 12.40 WIT hingga sore menuntut kepolisian segera menangkap pelaku.
Baca juga: Polisi Rilis 7 DPO Pelaku Penyerangan Prajurit Marinir di Maybrat, Berikut Nama-namanya
Informasi yang dihimpun TribunSorong.com, kasus penikaman di Jalan Arfak, Kelurahan Kampung Baru, Minggu (26/4/2026) dini hari.
Korban Maksi Bless yangg sehari-hari bekerja sebagai petugas keamanan atau sekuriti sebuah hotel di Kampung Baru, meregang nyawa setelah ditusuk pelaku sekitar pukul 03.25 WIT.
Belum diketahui secara pasti kronologi kejadian maupun motif, namun awalnya terjadi keributan di depan sebuah warung makan lalu terdengar suara orang minta tolong.
Baca juga: Polda Papua Barat Daya Bentuk Tim Usut Kasus Mafia BBM: Ada 10 Oknum Polisi
Sejumlah warga yang mendengar segera mendekat lalu mendapati korban tergeletak berlumuran darah, sedangkan pelaku kabur.
Ia kemudian dievakuasi seorang saksi yang juga sekuriti tempat hiburan karaoke ke Rumah Sakit Maleo, namun nyawanya tidak tertolong.
Korban menderita luka tusuk pada bagian dada kiri, ulu hati, serta bagian tubuh kiri lainnya. (tribunsorong.com/ismail saleh)