TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kabar penting bagi warga Kabupaten Bandung, khususnya yang kerap melintasi jalur penghubung Bojongsoang dan Baleendah.
Jembatan Cijeruk yang baru saja diresmikan Januari 2026 lalu, kini kembali ditutup sementara untuk umum sejak 22 April 2026.
Penutupan ini dilakukan bukan karena kerusakan struktur utama, melainkan adanya pengerjaan perbaikan pada geometri akses masuk jembatan agar lebih aman dan nyaman bagi pengendara.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Bandung, Zeis Zultaqwa, menjelaskan bahwa penyesuaian geometri jalan sangat krusial agar aliran kendaraan lebih lancar, serupa dengan penataan yang telah sukses dilakukan di kawasan Rancamanyar.
"Iya, saat ini ditutup dulu untuk proses pengerjaan termasuk pengecoran. Perlu waktu sekitar satu bulan agar beton benar-benar matang. Jika dipaksakan buka sebelum waktunya, justru membahayakan," ujar Zeis saat dikonfirmasi Tribun Jabar, Sabtu (25/4/2026).
Baca juga: Kini Bernuansa Hijau, Jembatan Cijeruk Bandung Kokoh Lagi Setelah Direnovasi Rp7 Miliar
Zeis menambahkan, jembatan ini kini menjadi jalur alternatif yang sangat bagus.
Perbaikan ini bertujuan agar jembatan mampu mengakomodasi pergerakan kendaraan dengan lebih maksimal.
Pembangunan Jembatan Cijeruk permanen ini merupakan inisiasi langsung Bupati Bandung, Dadang Supriatna.
Sebelumnya, akses ini merupakan jembatan nonpermanen hasil swadaya warga yang sempat ambruk pada Mei 2025.
Melihat urgensi mobilitas warga Baleendah dan Bojongsoang yang tinggi, terutama saat musim banjir, Pemkab Bandung mengalokasikan anggaran sebesar Rp 7 miliar dari APBD 2025 untuk membangun jembatan kokoh sepanjang 60 meter tersebut.
"Dulu itu jembatan swadaya yang faktor keselamatannya minim. Sekarang sudah permanen, namun tetap kami imbau untuk roda dua dan pejalan kaki demi menjaga keawetan jembatan," tutur Bupati Dadang Supriatna beberapa waktu lalu.
Selama proses perbaikan dan pengecoran berlangsung hingga Mei mendatang, masyarakat diminta untuk menggunakan jalur utama atau mencari jalan alternatif lain.
Dominasi warna hijau pada rangka besi jembatan kini tampak sepi dari aktivitas lalu lintas demi memastikan kualitas hasil pengecoran yang sempurna.
Bagi warga yang hendak menuju Baleendah atau sebaliknya via Bojongsoang, disarankan untuk memantau perkembangan terkini melalui kanal informasi resmi agar tidak terjebak penutupan di titik lokasi. (*)