Bos PO Bagong Ungkap Alasan di Balik Langkah Tranformasi ke Mobil Listrik
Dyan Rekohadi April 26, 2026 11:32 PM

 

Laporan : Lu'lu'ul Isnainiyah

SURYA.CO.ID, MALANG - Perusahaan Otobus (PO) Bagong memulai langkah perubahan, mengadopsi kendaraan listrik untuk armada jasa transportasinya.

PO Bagong memilih kendaraan listrik produksi dalam negeri dari PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk. 

Langkah ini diambil sebagai upaya untuk peningkatan kualitas udara dengan pengurangan emisi.

Penyerahan empat unit kendaraan listrik ini dilakukan pada hari Sabtu (25/4/2026). 

Baca juga: Awak Bus Bagong Ribut dengan Pengemudi Calya di Tulungagung, Ini Tindakan Kapolres

 

VKTR Puji Inisiatif  PO Bagong

Direktur dan Chief Operating Officer VKTR, V. Bimo Kurniatmoko mengatakan, inisiatif ini merupakan komitmen bersama dalam mendorong transformasi transportasi massal yang lebih ramah lingkungan, modern dan berkelanjutan. 

"Kehadiran transporter listrik diharapkan dapat menjadi alternatif moda transportasi yang tidak hanya efisien. Tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas udara perkotaan melalui pengurangan emisi," kata Bimo. 

Dirinyapun mengapresiasi PO Bagong yang telah menjadi pelopor untuk mengadopsi kendaraan listrik dalam armadanya.

Menurutnya, langkah ini bukan hanya memberikan dampak positif bagi lingkungan, namun juga menjadi contoh nyata bagi pelaku industri transportasi lainnya. 


"Kami berharap inisiatif ini dapat menginspirasi lebih banyak perusahaan otobus untuk mulai beralih ke kendaraan listrik sebagai bagian dari kontribusi terhadap masa depan transportasi yang lebih berkelanjutan," sambungnya. 

Dijelaskannya, tranporter listrik VKTR memiliki keunggulan di antaranya nol emisi yang berkontribusi pengurangan polusi udara, hingga kenyamanan berkendara yang lebih nyaman serta modern melalui kabin yang minim getaran.

 

Baca juga: Awak Bus Bagong Ribut dengan Pengemudi Calya di Tulungagung, Ini Tindakan Kapolres

Bos PO Bagong Singgung Faktor Efisiensi


Terpisah, Direktur Utama PT Bagong Dekaka Makmur (PO Bagong), Budi Susilo, menambahkan penggunaan kendaraan listrik ini merupakan wujud komitmen dalam menghadirkan layanan yang lebih sehat, nyaman, dan ramah lingkungan bagi masyarakat.

"Dari sisi bisnis, langkah ini juga menjadi bagian dari upaya untuk lebih efisien dan adaptif, terutama di tengah dinamika harga energi global yang tidak menentu. Kami optimis, ke depan kendaraan listrik akan menjadi standar baru dalam industri transportasi.” imbuhnya.

Melalui langkah ini, untuk meuwjudkan target net zero emission serta agenda keberlanjutan nasional diharapkan dapat semakin terakselerasi.

Selain itu, hal ini juga dinilai relevan secara bisnis, khususnya dalam menghadapi tekanan harga energi global, sehingga memberikan nilai tambah bagi pelaku industri.

 



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.