Gejolak Internal PPP Memanas: Para Kader di Sultra Merasa Dikhianati Taj Yasin & Agus Suparmanto
Eri Ariyanto April 27, 2026 01:44 AM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Situasi internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kembali memanas dan menyita perhatian publik politik nasional.

Gejolak kali ini muncul dari wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra), di mana sejumlah kader menyuarakan kekecewaan mendalam.

Mereka menilai adanya ketidakpuasan terhadap arah komunikasi dan keputusan politik yang melibatkan elite partai.

Nama Taj Yasin Maimoen dan Agus Suparmanto ikut terseret dalam polemik yang dianggap memicu rasa “tertinggal” di kalangan daerah.

Sejumlah kader di tingkat wilayah mengaku merasa dikesampingkan dalam proses pengambilan keputusan strategis partai.

Kondisi ini kemudian memunculkan isu adanya rasa “dikhianati” yang semakin memperlebar jurang ketegangan internal.

Meski demikian, hingga kini belum ada pernyataan resmi yang merinci secara detail tudingan yang berkembang di akar rumput.

Polemik ini pun berpotensi menjadi ujian serius bagi soliditas PPP menjelang dinamika politik yang semakin kompetitif.

Baca juga: Respon Mengejutkan Dedi Mulyadi soal Spanduk Shut Up KDM di GBLA Bandung, Singgung soal Polittik

Seperti diketahui, Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Mardiono angkat bicara terkait gejolak di internal partainya.

Diketahui, sejumlah kader di daerah secara terbuka menyatakan mosi tidak percaya terhadap Sekretaris Jenderal (Sekjen) PPP Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) dan Wakil Ketua Umum (Waketum) Agus Suparmanto.

Menanggapi hal itu, Mardiono mengatakan akan melakukan klarifikasi atau tabayun kepada para kader yang menyuarakan aspirasi tersebut.

“Insya Allah saya akan melakukan tabayun terhadap para pihak dari kader yang menyampaikan aspirasi ini,” kata Mardiono kepada Kompas.com, Minggu (26/4/2026).

Di sisi lain, Taj Yasin dan Agus Suparmanto disebut-sebut dituding melakukan sabotase organisasi melalui serangkaian surat kepartaian yang dinilai memicu kegaduhan di sejumlah daerah.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Sulawesi Tenggara (Sultra) Rachmawati Badallah mengatakan, pihaknya bersama sejumlah kader di daerah tengah mempersiapkan langkah hukum berupa gugatan perdata terhadap Taj Yasin dan Agus Suparmanto.

Gugatan ini menjadi puncak dari kegelisahan para pengurus dan kader partai di tingkat wilayah.

CALON KETUM PPP- Calon ketua umum DPP PPP, Agus Suparmanto (kanan) akan menantang Muhammad Mardiono (kiri) dalam Muktamar X Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, Sabtu-Senin (27-29/9/2025). Kedua calon diusulkan dari poros pengurus dan ulama PPP.
PPP- Agus Suparmanto (kanan) dan Muhammad Mardiono (kiri). (Tribunnewsmaker.com | Dok tribun/kompas.com)

Merasa Dikhianati

Para kader di Sultra merasa dikhianati oleh sikap pasif Taj Yasin dan Agus Suparmanto, yang dituding sebagai dalang macetnya mesin partai di tengah momentum politik krusial yang seharusnya menjadi ajang

“Ketua-ketua wilayah saat ini sedang mempersiapkan gugatan perdata terhadap Taj Yasin sebagai Sekjen dan Agus Suparmanto. Ini merupakan akumulasi dari kekecewaan daerah atas munculnya surat-surat yang justru menimbulkan kegaduhan di internal partai,” ujar Rachmawati dalam rilis tertulisnya, Sabtu (18/4/2026).

Dia menjelaskan, saat ini proses gugatan masih dalam tahap pematangan oleh tim hukum yang mewakili DPW PPP se-Indonesia.

Koordinasi terus dilakukan agar langkah hukum yang diambil memiliki dasar yang kuat sebelum didaftarkan secara resmi ke pengadilan.

“Tim hukum sedang bekerja dan dalam waktu dekat gugatan akan segera didaftarkan. Ini bukan langkah spontan, tetapi sudah melalui pembahasan yang matang bersama seluruh perwakilan daerah,” katanya.

Dia menjelaskan, gugatan akan didaftarkan ke dua pengadilan sesuai dengan domisili masing-masing pihak.

“Gugatan untuk Taj Yasin akan didaftarkan di Pengadilan Negeri Semarang, sementara untuk Agus Suparmanto akan diajukan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan,” tambahnya.

Desakan pada Mardiono

Selain menempuh jalur hukum, kader daerah juga mendesak Ketua Umum PPP, Muhamad Mardiono, untuk segera mengambil langkah tegas dengan mencopot Taj Yasin dari jabatannya sebagai Sekjen.

Mereka menilai, kepemimpinan di posisi tersebut perlu diisi oleh sosok yang lebih mampu menjaga soliditas dan kinerja organisasi.

Desakan ini juga sejalan dengan hasil Rapat Koordinasi Nasional yang digelar pada Kamis (16/4/2026).

Saat itu para ketua dan sekretaris wilayah menyepakati perlunya evaluasi terhadap kader yang dinilai tidak aktif maupun tidak optimal dalam menjalankan tugasnya, sebagaimana rekomendasi Mukernas sebelumnya.

“Hal ini tentu tidak boleh dibiarkan, karena dikhawatirkan akan memengaruhi tingkat kepercayaan publik terhadap partai,” tutup Rachmawati.

Sementara itu, Sekjen PPP Gus Yasin mengingatkan para kader untuk tetap berpegang pada 6 prinsip PPP.

“Saya mengajak kepada seluruh kader, yuk buka hati nurani kita. Buka data, jangan percaya kepada fitnah, jangan percaya dengan isu, maka harus diklarifikasi. Saya sangat senang diajak berbicara dan berdiskusi bagaimana partai ini bisa berkembang dan kembali ke Senayan sesuai dengan nawacita kita," ujarnya.

Ia menambahkan, sebagai partai yang dianggap memiliki peran krusial dalam menjaga cita-cita bangsa menuju baldatun tayyibatun wa rabbun ghafur, partai seharusnya dijalankan dengan integritas tinggi.

(TribunNewsmaker.com/Kompas.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.