TRIBUNJAKARTA.COM, TAMBORA - Jalanan di Gang Kiara 5 RW 05, Jembatan Lima, Tambora, Jakarta Barat pada Minggu (26/4/2026) sore diubah layaknya arena street soccer di negara Brasil.
Jalanan tersebut menjadi arena bagi para bocah di bawah usia 15 tahun saling unjuk gigi dalam turnamen bertajuk Liga Akamsi.
Dua tiang gawang yang dibuat dari paralon dan tali plastik sebagai jaringnya terpasang di sisi timur dan barat jalan yang berada di depan pos RW 05 Jembatan Lima.
Untuk sementara, jalanan di wilayah permukiman padat penduduk Tambora tak bisa dilalui kendaraan.
Warga, mulai dari anak-anak, remaja hingga orang tua nampak berkumpul menyaksikan jalannya laga yang menggunakan bola plastik.
Paling banyak warga berkumpul di belakang gawang karena posisinya lebih lebar.
Sebab, jika di sisi lebar lapangan, diisi para pemain dan anak-anak yang memukul drum sepanjang pertandingan.
Selain itu, posisinya juga sempit karena dekat dengan gerbang rumah warga.
Sejumlah spanduk berisi dukungan dan pesan sosial terpasang di sudut gerbang rumah warga yang makin membuat suasana 'pertarungan jalanan' kian terasa.
Pesan yang disampaikan dalam salah satu spanduk terlihat sangat tegas yakni 'Sepak Bola menjadi alat perjuangan di tengah-tengah krisisnya harapan'.
Total ada delapan tim yang berpartisipasi dalam turnamen Liga Akamsi di wilayah ini.
Karena lokasinya di dekat Pasar Buah Angke, klub yang berlaga pun menggunakan nama buah.
"Beri panggung bagi anak kampung," tulisan keras itu juga tertulis dalam poster Liga Akamsi ini.
Lantaran Liga Akamsi di Pasar Buah Angke ini bekerjasama dengan Karang Taruna RW 05, maka para peserta yang boleh berpartisipasi hanya dari wilayah RW 05 dan berusia di bawah 15 tahun.
Dari sederet persyaratan, ada satu yang cukup menarik yakni turnamen ini tidak diperuntukkan bagi mereka yang suka melawan orang tua.
Presiden Liga Akamsi, Kiwil menjelaskan lokasi Pasar Buah Angke adalah edisi kedua dari gelaran Liga Akamsi."Awalnya niatnya cuman pengen bikin di kampung gue pribadi, yaitu di Tanggul. Tapi ternyata, respon masyarakat maupun respon netizen di luar itu sangat antusias. Akhirnya, memutuskan untuk bikin Liga Akamsi di keliling kampung," kata Kiwil saat ditemui di sela pertandingan Liga Akamsi.
Dia berencana nantinya para pemenang di tiap edisi akan dipertemukan dalam gelaran yang lebih bergengsi.
"Dan insya Allah next-nya, goals-nya Liga Akamsi, gue pengen bikin Champion Liga Akamsi," kata Kiwil.
Dijelaskannya, Liga Akamsi di Pasar Buah Angke ini akan berlangsung selama 2,5 bulan, di mana pertandingan digelar dalam dua pekan sekali.
"Konsep turnamennya kita bikin sistem liga. Pertandingan selama dua bulan setengah lebih tepatnya. Pertandingan dimulai dua minggu sekali. Saling ketemu," ujarnya.