Indonesia menempati puncak klasemen grup D Piala Thomas 2026 setelah kemenangan 3-2 melawan Thailand pada Minggu (26/4/2026).
Tim beregu putra Indonesia mencatat dua kemenangan dari dua laga dan berada di posisi teratas, unggul atas Thailand, Prancis, dan Aljazair.
Secara statistik, Indonesia tampil dominan dengan catatan 8-2 kemenangan partai dan rasio gim 18-5.
Di bawahnya, ada Thailand yang memiliki satu poin berkat kemenangan atas Prancis di laga pertama.
Kunlavut Vitidsarn dan kolega memiliki catatan 6-4 kemenangan partai dan rasio gim 13-12.
Di posisi ketiga ada Prancis yang juga memiliki satu poin setelah kemenangan telak 5-0 atas Aljazair.
Tim yang meraih juara beregu Eropa 2026 itu memiliki catatan 6-4 kemenangan dan rasio gim 14-8.
Di fase penyisihan, hanya ada dua tim di setiap grup yang berhak lolos ke fase gugur perempat final atau 8 besar.
Kedua itu adalah tim yang berstatus juara grup serta di bawahnya alias runner up.
Setelah dua pertandingan, persaingan untuk lolos 8 besar dari Grup D Piala Thomas masih terbuka lebar jelang laga terakhir.
Indonesia meski berada di puncak klasemen, belum sepenuhnya aman. Laga melawan Prancis akan menjadi penentu nasib.
Duel Indonesia vs Prancis selain menjadi laga hidup-mati lolos ke 8 besar, juga akan menentukan status juara grup.
Indonesia dipastikan lolos ke perempat final jika mampu meraih minimal dua kemenangan partai saat menghadapi Prancis.
Kemenangan dengan skor berapa pun akan memastikan status juara grup tim beregu putra di Grup D Thomas Cup.
Jika kalah 3-2, Indonesia masih akan lolos, namun berpotensi turun menjadi runner-up, di bawah Thailand.
Skenario buruknya jika kalah 1-4. Hal itu akan membuat Indonesia tersingkir alias gagal ke 8 besar.
Saat ini, posisi paling menguntungkan justru dimiliki Thailand. Mereka akan melawan Aljazair dan diprediksi menang mudah.
Dengan performa solid sejauh ini, Indonesia memiliki peluang besar untuk mengunci tiket, namun tetap harus tampil maksimal agar tidak tergelincir di laga penentuan.
| Pos | Tim | Main | Menang | Kalah | Match | Game | Poin |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Indonesia | 2 | 2 | 0 | 8–2 | 18–5 | 471–314 |
| 2 | Thailand | 2 | 1 | 1 | 6–4 | 13–12 | 448–464 |
| 3 | Prancis | 2 | 1 | 1 | 6–4 | 14–8 | 413–290 |
| 4 | Aljazair | 2 | 0 | 2 | 0–10 | 0–20 | 156–420 |
Di pertandingan kedua melawan Thailand, Indonesia harus melakoni laga ketat yang berlangsung hingga partai kelima untuk menentukan kemenangan.
Tiga dari lima partai yang dimainkan berjalan lebih dari 70 menit, mencerminkan ketatnya persaingan kedua tim.
Indonesia sempat tertinggal setelah Jonatan Christie gagal mengamankan tiga match point saat menghadapi Kunlavut Vitidsarn di partai tunggal pertama.
Pasangan Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani kemudian menyamakan kedudukan, sebelum laga kembali berlangsung ketat di partai berikutnya.
Namun di partai ketiga, Alwi Farhan gagal menyumbang kemenangan sehingga membuat Thailand unggul lagi.
Momentum krusial terjadi di partai keempat saat pasangan dadakan Fajar Alfian/Nikolaus Joaquin menyelamatkan Indonesia.
Mereka bangkit dari tekanan dan memanfaatkan kesalahan servis lawan di momen match point untuk memaksakan skor menjadi 2-2.
Penentuan akhirnya jatuh ke tangan Moh Zaki Ubaidillah alias Ubed yang tampil dominan dan memastikan kemenangan Indonesia lewat dua gim langsung.
(MS1) Jonatan Christie vs Kunlavut Vitidsarn (16-21, 22-20, 20-22)
(MD1) Sabar Karyaman/Reza Pahlevi vs Chaloempon Charoenkitamorn/Worrapol Thongsa-nga (21-17, 21-18)
(MS2) Alwi Farhan vs Panitchaphon Teeraratsakul (21-14, 17-21, 16-21)
(MD2) Fajar Alfian/Nicolaus Joaquin vs Peeratchai Sukphun/Pakkapon Teeraratsakul (19-21, 21-17, 25-23)
(MS3) Moh Zaki Ubaidillah vs Tanawat Yimjit (21-11, 21-12)