TRIBUNMANADO.CO.ID - Kenaikan harga sejumlah jenis BBM non-subsidi mulai berdampak bagi masyarakat Sulawesi Utara (Sulut).
Kondisi ini menjadi "alarm" bagi para pengguna kendaraan berbahan bakar solar yang kini harus berhadapan dengan fenomena antrean panjang di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Berdasarkan pantauan di lapangan pada Minggu (26/4/2026) siang, kepadatan kendaraan terlihat jelas di SPBU Sonder, Kabupaten Minahasa.
Antrean solar di lokasi tersebut tampak mengular, melibatkan berbagai jenis kendaraan mulai dari mobil pribadi, truk angkutan, hingga truk kontainer yang berderet menunggu giliran.
Meski volume kendaraan meningkat tajam, proses pengisian di SPBU Sonder terpantau masih berjalan normal.
Pemandangan serupa juga menghiasi SPBU Malalayang, Kota Manado.
Di bawah cuaca yang cerah berawan, antrean kendaraan bahkan memanjang hingga puluhan meter keluar dari area SPBU.
Walau demikian, hingga saat ini belum terlihat adanya gangguan distribusi yang berarti di titik pengisian tersebut.
Keluhan dari Sektor Logistik Fenomena ini pun mulai dikeluhkan oleh para pekerja di sektor transportasi logistik.
Salose, seorang sopir truk yang tengah mengantre di SPBU Sonder, mengungkapkan bahwa situasi ini sangat membebani efisiensi kerja, terutama dalam mengejar target waktu pengiriman barang.
Ia mengakui bahwa kenaikan harga BBM memberikan tekanan pada biaya operasional perusahaan tempatnya bernaung.
Selain faktor harga, durasi antrean yang lama menjadi tantangan tambahan yang menguras waktu di jalan.
“Pengiriman juga bisa terhambat karena antrean begini,” ujarnya.
WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK