Ketakutan Anak-anak saat Diantar ke Daycare Little Aresha Yogyakarta, Sakit-sakitan, Luka yang Sama
ninda iswara April 27, 2026 07:38 AM

TRIBUNTRENDS.COM - Sebuah daycare di kawasan Umbulharjo, Kota Yogyakarta, DI Yogyakarta, mendadak menjadi perhatian publik.

Tempat penitipan anak bernama Little Aresha itu digerebek polisi pada Jumat (24/4/2026) setelah terungkap adanya kekerasan terhadap anak didik.

Pengungkapan kasus ini mengejutkan banyak pihak karena lokasi tersebut sebelumnya dianggap aman bagi anak-anak.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, sebanyak 13 orang kini telah ditetapkan sebagai tersangka.

Kasus ini menambah panjang daftar kekerasan terhadap anak di lingkungan yang seharusnya melindungi mereka.

Peristiwa tersebut juga memicu kekhawatiran masyarakat terkait lemahnya pengawasan pada layanan penitipan anak.

Baca juga: Sesal Noorman Windarto, 2 Anaknya jadi Korban Daycare Little Aresha, Idap Pneumonia, Trauma Psikis

Tidak sedikit orang tua mulai mempertanyakan standar keamanan dan kualitas pengasuhan di berbagai daycare.

Terungkap bahwa praktik kekerasan di Little Aresha diduga telah berlangsung dalam waktu yang cukup lama.

Sebelum kasus ini mencuat, sebenarnya sudah muncul sejumlah tanda yang dianggap janggal oleh sebagian pihak.

Namun, kejanggalan tersebut baru mendapat perhatian serius setelah peristiwa ini terbongkar ke publik.

Berikut Tribunnews.com merangkum sejumlah kejanggalan yang ditemukan.

1. Anak Punya Luka di Bagian Tubuh yang Sama

Sejumlah orang tua melaporkan dugaan perlakuan tidak manusiawi yang dialami anak-anak mereka selama dititipkan.

Indikasi adanya kekerasan muncul dari kesamaan luka yang ditemukan pada beberapa anak.

"Kemudian ada beberapa luka di bagian badan, tapi kebetulan anak saya juga pernah mengalami luka tersebut,"

"Dan luka tersebut ternyata sama dengan luka anak orang tua lain yang anaknya dititipkan di sana, jadi kita tahu bahwa ternyata lukanya sama," ungkap Noorman, salah satu orang tua yang menitipkan 2 anaknya sejak 2022 hingga 2025.

Dikutip dari TribunJogja.com, Noorman juga menduga adanya manipulasi dari pihak daycare saat ia menemukan luka di punggung dan bibir anaknya.

"Jadi mereka bilang ini luka dari rumah ya, bun," ucap Noorman menirukan dalih pihak daycare.

Padahal, ia sudah memastikan anaknya tak memiliki luka saat dimandikan di rumah sebelum berangkat.

2. Anak Sakit-sakitan

Orang tua lainnya, Choirunisa (34), bahkan menunjukkan bukti tangan anaknya melepuh.

Saat bertanya kepada pihak daycare, ia mendapatkan jawaban bahwa luka tersebut adalah cacar air. Kejadian ini bahkan belum lama terjadi.

"Kayak gini (melepuh) ini pas hari Jumat juga, dua minggu lalu. Bilangnya kena cacar air atau gimana. Tapi kalau kena cacar air, itu cuma bagian tangan sini sampai ini saja. Itu tangan dua-duanya, seperti melepuh," ujarnya.

Selain itu, anaknya yang masih berusia 1,5 tahun mengalami penurunan berat badan.

Buah hatinya juga alami sakit batuk hingga muntah-muntah.

"Dia pilek sampai sekarang belum sembuh. Terus batuk, biasanya nggak pernah batuk. Batuknya sampai muntah-muntah terus. Berat badannya juga dari hampir sembilan, jadi turun sampai delapan. Lukanya, ini ada fotonya. Ini semalam," ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.

Choirunisa juga mencemaskan trauma psikis yang terbawa hingga ke rumah.

Karena dipaksa tidur di lantai tanpa alas di daycare, anaknya kini mengalami gangguan saat tidur.

"Dia menangis minta tidur di bawah, kebiasan di daycare ternyata tidurnya di bawah," terangnya.

Baca juga: Sesal Noorman Windarto, 2 Anaknya jadi Korban Daycare Little Aresha, Idap Pneumonia, Trauma Psikis

DAYCARE JOGJA DIGEREBEK - Pengelola Daycare Little Aresha di Umbulharjo masih simpang siur, nama seperti Diyah Kusumastuti beredar di media sosial.
DAYCARE JOGJA DIGEREBEK - Pengelola Daycare Little Aresha di Umbulharjo masih simpang siur, nama seperti Diyah Kusumastuti beredar di media sosial. (Istimewa/Threads)

3. Ketakutan saat Hendak Berangkat

Seorang wali murid, HF, mengatakan telah curiga sejak awal keponakannya yang berusia 3,5 tahun dititipkan di Little Aresha.

Kepada TribunJogja.com, anak tersebut menunjukkan gelagat ketakutan tiap hendak berangkat.

Bahkan, ketakutan tersebut dialami oleh keponakannya di hari kedua saat hendak dititipkan.

"Baru masuk satu hari, di hari kedua anak sudah ketakutan. Setiap mau berangkat selalu bilang tidak mau, enggak mau. Intinya dia takut sekali untuk masuk ke sana," katanya, Jumat (24/4/2026).

Keponakannya menyebut bahwa miss (pengasuh atau guru) di daycare galak.

"Katanya miss-nya (guru) galak-galak. Awalnya kami pikir karena belum penyesuaian saja, tapi ketakutannya tidak wajar," tambahnya. 

Kecurigaannya makin memuncak setelah mendengar kabar yang beredar bahwa ada anak lain yang mengalami kekerasan fisik.

"Saya langsung konfirmasi ke kakak saya yang di Jayapura, ternyata memang ada kabar medsos seperti itu. Pantas saja dulu keponakan saya traumanya luar biasa," lanjutnya.

4. Makanan Habis Banyak tapi Berat Badan Tidak Naik

Orang tua murid lainnya, Aldewa, menceritakan bahwa ia telah menitipkan anaknya di daycare sudah sejak 1,5 tahun lalu.

Selama anaknya dititipkan, ia mengaku selalu memperoleh laporan kegiatan tentang apa yang dilakukan anaknya setiap hari.

Dalam laporan tersebut, anaknya selalu dilaporkan bisa menghabiskan makan siang dan snack yang disediakan.

"Pagi/sarapan bekal sisa dua suap. (Makan) Siang dari sekolah habis. Wajik sisa sedikit dan donat habis."

"Minum: sufor (susu formula) 1x habis. Susu kedelai 1 habis. Air mineral secukupnya," ujarnya.

Namun, ia merasa janggal karena berat badan anaknya tidak pernah berubah.

Padahal, catatan harian dari pihak sekolah selalu melaporkan anaknya makan banyak.

"Hal janggal mungkin soal bekal ya yang katanya selalu habis tapi tiga bulan terakhir, BB (berat badan) stuck atau tidak bertambah,"

(TribunTrends/Tribunnews/Muhammad Renald /Yohanes Liestyo)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.