TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Seorang pria dilaporkan tenggelam saat mandi di kawasan Air Terjun Tembok Barak, Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada, Kabupatan Buleleng, Sabtu (25/4/2026).
Proses pencarian telah dilakukan oleh personel gabungan.
Korban bernama Ardianan Wardana Putra.
Ia merupakan pegawai Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Buleleng asal Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Baca juga: Pegawai BPS Tenggelam Di Air Terjun Tembok Barak Bali, Tim SAR Terkendala Air Keruh Dan Arus Kuat
Jasad Ardianan akhirnya ditemukan pada palungan di kedalaman 6-7 meter, Minggu (26/4).
Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, Kadek Donny Indrawan, mengungkapkan peristiwa nahas ini terjadi pada Sabtu (25/4).
Awalnya Ardianan bersama rekannya mandi di kawasan Air Terjun sekitar pukul 16.30 Wita. Hingga tak lama berselang Ardianan dilaporkan tenggelam.
“Informasi tenggelamnya korban dilaporkan oleh Jero Mangku Oka yang merupakan petugas Damkar Buleleng, sekitar pukul 18.40 Wita,” ucapnya dikonfirmasi Minggu (26/4).
Baca juga: NYAWA Pria Asal Malang Tak Tertolong, Tenggelam di DAM Subak Tegan Mengwi, Diduga Mabuk & Terpeleset
Menindaklanjuti laporan tersebut, sebanyak enam peronsel Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng diberangkatkan menuju lokasi kejadian untuk melaksanakan pencarian. Personel tiba pukul 20.15 Wita dan langsung melakukan upaya pencarian.
Donny mengatakan, upaya pencarian dilakukan dengan renang maupun snorkling dan selam. Sayangnya hingga pukul 22.00 Wita, Ardianan belum ditemukan.
Pencahayaan di lokasi yang sangat terbatas, membuat tim SAR gabungan tidak bisa melakukan upaya penyisiran secara maksimal. Pencarian saat itu sempat dihentikan sementara.
“Dalam proses pencarian, kami juga terkendala kondisi air yang keruh dan arus kuat. Selain itu kondisi cuaca di hulu sungai mendung, sehingga kami mengantisipasi terjadinya air bah susulan,” ucap dia.
Baca juga: Tenggelam di Pantai Purnama Bali, Sosok Agus Dikenal Suka Menolong dan Rajin
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng, I Gede Suyasa mengungkapkan, awalnya korban datang secara rombongan berjumlah total tujuh orang. Seluruhnya merupakan pegawai Badan Pusat Statistik Kabupaten Buleleng.
“Rombongan terdiri dari tiga perempuan dan empat laki-laki. Dari jumlah tersebut, empat orang di antaranya melakukan aktivitas berenang di area air terjun, salah satunya korban,” ucapnya dikonfirmasi Minggu (26/4/2026).
Berdasarkan keterangan, Ardianan sempat terlihat meminta pertolongan saat berada di area tengah air terjun. Beberapa rekannya yang memiliki kemampuan berenang segera berupaya memberikan bantuan.
“Korban sempat berhasil dibawa ke tepi, namun karena derasnya arus, korban kembali terseret ke tengah,” jelasnya.
Upaya penyelamatan terus dilakukan, bahkan salah satu rekan Ardianan sempat menyelam untuk mengangkat korban ke permukaan.
Namun, kondisi korban yang sudah kelelahan membuatnya tidak mampu bertahan.
Adrianan diduga terseret arus dan masuk ke bagian palung di sisi kanan lokasi kejadian.
“Setelah itu, korban tidak terlihat muncul kembali ke permukaan,” imbuhnya.
Setelah menerima laporan, Tim BPBD Buleleng segera menuju lokasi kejadian untuk membantu pencarian Ardianan. Kondisi air yang keruh menyulitkan proses pencarian visual di lokasi kejadian.
“Proses pencarian malam itu berlangsung hingga pukul 22.30 Wita dan belum membuahkan hasil. Sehingga disepakati akan dilakukan pencarian hari ini (kemarin) bersama Tim Gabungan pukul 08.00 WITA pagi,” tandasnya.
Proses pencarian korban pun dilanjutkan pada Minggu (26/4). Pencarian membutuhkan waktu sekitar dua jam, sebelum akhirnya jasad korban berhasil ditemukan.
Kadek Donny Indrawan, mengungkapkan proses pencarian hari kedua dimulai pukul 07.00 Wita. Diawali dengan koordinasi bersama instansi terkait untuk menentukan titik lokasi korban menghilang (LKM).
“Kita menemukan salah satu titik yang kita curigai. Berada di posisi barat air terjun, tepatnya di pinggiran tebing masuk ke bawah,” jelasnya.
Pencarian dibagi menjadi dua fokus. Tim Penyelam mencari di seputar pusaran air terjun. Sedangkan tim darat memantau dari atas untuk melihat kemungkinan tanda-tanda keberadaan korban. Hingga sekitar pukul 09.00 Wita, jasad Ardianan berhasil ditemukan oleh tim penyelam.
“Korban berhasil ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, pada palungan di kedalaman 6-7 meter. Kalau dari permukaan air jaraknya sekitar 2-3 meter ke selatan, dari titik korban menghilang,” ucapnya.
Menurut Donny, walaupun di permukaan kondisi air jernih, tim penyelam mengalami keterbatasan penglihatan saat berada di dasar.
Setelah jasad Ardianan ditemukan, tim segera melakukan evakuasi ke permukaan kemudian dibawa ke RSUD Buleleng menggunakan ambulans PMI Buleleng.
Adapun tim gabungan yang terlibat operasi SAR diantaranya dari Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, Damkar Buleleng, BPBD Buleleng, PMI Buleleng, Polairud Buleleng, Polsek Sukasada, PAMAPTA Polres Buleleng, Bhabinkamtibmas Sambangan, Babinsa Sambangan, Pokdarwis Aling-Aling Sambangan, Badan Statistik Buleleng, perangkat Desa Sambangan, masyarakat setempat beserta rekan korban. (*)