BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN — Kerajinan gelang simpai produksi Inai, pelaku UMKM asal Desa Ajung, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Balangan, telah dikenal hingga ke luar negeri.
Inai menceritakan semasa dirinya membuka lapak di Banjarbaru, pernah ada WNA yang tertarik dengan gelang simpai. Bahkan ungkap Inai, gelang simpai tersebut masih mereka pakai hingga sekarang.
Ujarnya, salah satu pelanggannya merupakan perempuan asal Indonesia yang kini menetap di China setelah menikah dengan warga setempat.
Gelang simpai yang dipasangkan sebelum keberangkatannya itu ujar Inai juga masih dipakai hingga kini.
Kemudian ada pula pelanggan asal Korea Selatan didapat saat kunjungan studi banding ke Indonesia.
Baca juga: UMKM Kalsel- Gelang Simpai Ajung Balangan, Kerajinan Khas Kalsel yang Tak Bisa Dipindahtangankan
Baca juga: UMKM Kalsel- Dari Produksi Gelang Simpai, Inai dari Desa Ajung Balangan Ini Bisa Kuliah Hingga Lulus
"Mereka semacam studi banding di Indonesia, ketemulah dengan saya, bikin gelang, dan sampai sekarang masih dipakainya," cerita Inai, Minggu (26/4/2026).
Kerajinan gelang simpai buatan Inai ini bukan hanya ada di Balangan. Sebelum ia kembali ke kampungnya di Ajung, semasa kuliah, Inai sempat tinggal di Banjarbaru dan kerap membuka jasa pembuatan gelang simpai.
Sebagaimana diketahui, gelang simpai merupakan kerajinan khas Kalimantan Selatan yang dianyam langsung di pergelangan tangan pemakai, sehingga tidak dapat dipindahtangankan.
Produk ini dibanderol mulai Rp20.000 hingga Rp100.000. Oleh Inai, gelang simpai dipasarkan melalui media sosial serta berbagai pameran pariwisata daerah.
(Banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti)