TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Selasa (21/4/2026) sore pekan lalu, Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman dipanggil mendadak Presiden Prabowo Subianto ke Istana Kepresidenan RI di Jakarta.
"Oh semalam ditelepon oleh ajudan bahwa bapak menghadap Bapak Presiden jam 3 sore ini," ujar Dudung.
Dudung yang saat ini dipercaya sebagai Penasihat Presiden Bidang Urusan Pertahanan Nasional itu tak tahu ihwal pemanggilannya.
"Biasanya beliau (presiden) kan suka minta saran masukan dari kita sebagai penasihat," ucapnya.
Hari ini, Senin (27/4/2026), berhembus kabar Presiden Prabowo akan melakukan resfhuffle (perombakan) anggota kabinet pemerintahannya.
Kabarnya Jenderal Dudung dipercaya akan menduduki Kepala Staf Presiden (KSP) yang baru menggantikan Muhammad Qodari.
Sementara Muhammad Qodari informasinya akan dipindahkan menjadi Juru Bicara Presiden sekaligus Kepala Bakom.
Qodari akan mengisi pos yang selama ini dianggap 'kelemahan' pemerintahan Presiden Prabowo.
Pos lainnya Kepala Badan Karantina kabarnya diisi Abdul Kadir Karding (mantan Menteri P2MI 2024‑2025).
Mantan Kepala PCO Hasan Nasbi akan ditunjuk menjadi Utusan Khusus Presiden Bidang Komunikasi.
Tribunnews.com telah menghubungi Muhammad Qodari mengenai informasi ini.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya merespons mengenai isu perombakan kabinet yang akan dilakukan Presiden Prabowo Subianto dalam waktu dekat.
Dia hanya menjawab singkat mengenai isu tersebut.
“Tunggu saja,” kata Teddy singkat di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Menurutnya, soal perombakan kabinet akan disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo.
“Nanti Bapak Presiden yang menceritakan,” katanya.
Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman adalah mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) ke-33 yang kini menjabat sebagai Penasihat Khusus Presiden Prabowo Subianto bidang Pertahanan Nasional sejak Oktober 2024.
Ia dikenal sebagai perwira tinggi dengan karir panjang di TNI AD, khususnya di satuan Infanteri.
Pernah juga menjabat Komandan Kodam Jaya (2020–2021) dan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) ke-33 (2021–2023).
Presiden Prabowo Subianto telah melakukan perombakan kabinet sebanyak tiga kali sejak menjabat pada Oktober 2024.