TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Rektor UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, Prof. Ridwan menyampaikan amanat penting dalam acara Pengukuhan Guru Profesional Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan Transformasi Batch 4 Tahun 2025 di Auditorium Utama Kampus, Minggu (26/4/2026).
Acara yang diselenggarakan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Saizu ini dihadiri narasumber nasional
Sebanyak 1.686 peserta PPG mengikuti secara luring maupun daring melalui Zoom Meeting.
Dalam kesempatan tersebut, hadir narasumber seminar, Prof. Iswandi Syahputra, yang memberikan penguatan terkait transformasi pendidikan nasional.
Selain itu, hadir pula Wakil Rektor I Prof. Suwito, Wakil Rektor II Prof. Sulkhan Chakim, Wakil Rektor III Prof. Sunhaji, Kepala Biro AUPK Nughara Stiawan, serta pimpinan FTIK.
Kehadiran para pimpinan ini menunjukkan komitmen kuat institusi dalam mendukung peningkatan kualitas guru melalui program PPG.
Rektor UIN Saizu menegaskan, pengukuhan ini bukan sekadar seremoni administratif, tetapi merupakan tonggak penting dalam perjalanan karier para guru.
“Ini adalah momen bersejarah yang mungkin hanya terjadi sekali dalam hidup. Momentum ini tidak hanya mengubah gelar, tetapi juga mengubah nasib dan masa depan pengabdian Bapak dan Ibu sebagai pendidik,” ujar Prof. Ridwan saat memberikan amanatnya.
Pihaknya menyampaikan selamat dan apresiasi kepada seluruh peserta PPG yang telah berhasil menyelesaikan proses pendidikan hingga memperoleh predikat guru profesional.
Menurutnya, pencapaian ini tidak mudah diraih karena membutuhkan perjuangan panjang, dedikasi, serta komitmen tinggi terhadap profesi.
“Tidak semua guru bisa sampai pada titik ini. Ini adalah bentuk rekognisi terhadap profesionalisme guru yang telah melalui proses panjang,” katanya. Dia berharap capaian tersebut mampu memberikan dampak nyata dalam peningkatan mutu pendidikan serta kualitas pembelajaran di sekolah masing-masing.
Salah satu poin krusial yang disampaikan Rektor adalah pentingnya perubahan paradigma dalam proses pembelajaran.
Ia menegaskan bahwa guru profesional harus meninggalkan pendekatan lama yang berpusat pada guru (teacher-centered) dan beralih ke pendekatan yang berpusat pada siswa (student-centered learning).
Menurutnya, perubahan ini bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan mendesak di tengah perkembangan zaman.
“Cara mengajar harus berubah seiring dengan perubahan status Bapak dan Ibu sebagai guru profesional. Pembelajaran harus bertumpu pada siswa,” tegasnya.
Rektor UIN Saizu Purwokerto juga mengingatkan bahwa perbedaan generasi antara guru dan siswa dapat menimbulkan kesenjangan (gap) jika tidak diantisipasi dengan pendekatan yang tepat.
Dalam era digital yang terus berkembang, dia menekankan pentingnya kemampuan adaptasi bagi guru.
Ia menyebut bahwa peserta didik saat ini hidup dalam ekosistem digital yang sangat berbeda dengan generasi sebelumnya.
“Jika guru mengajar dengan cara lama, sementara siswa hidup di era digital, maka akan terjadi ketidaksesuaian atau mismatch,” jelasnya.
Oleh karena itu, guru dituntut untuk memahami teknologi, mengikuti perkembangan zaman, serta mampu menyesuaikan metode pembelajaran dengan kebutuhan siswa.
Rektor juga menyoroti empat kompetensi utama yang wajib dimiliki guru profesional, yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, kompetensi sosial dan kompetensi kepribadian.
Secara khusus, ia menekankan pentingnya penguasaan materi ajar serta kemampuan memahami karakteristik peserta didik.
Mengutip ajaran Islam, ia menegaskan bahwa guru harus mampu menyesuaikan metode penyampaian dengan tingkat pemahaman siswa.
“Berbicaralah sesuai dengan kemampuan intelektual audiens. Dalam konteks ini, audiens kita adalah peserta didik,” ungkapnya.
Prof. Ridwan juga mengingatkan bahwa perubahan adalah keniscayaan yang tidak dapat dihindari.
“Yang tetap di dunia ini adalah perubahan itu sendiri. Jika kita tidak berubah, maka kita akan tertinggal,” katanya.
Ia menekankan pentingnya pembaruan materi ajar, inovasi metode pembelajaran, serta pemahaman terhadap perkembangan psikologis dan sosial siswa.
Dengan demikian, proses pembelajaran dapat berjalan efektif dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Dalam penutup amanatnya, Rektor UIN Saizu mengajak seluruh guru untuk menjadikan profesionalisme sebagai landasan utama dalam menjalankan tugas.
Ia berharap para guru mampu menjadi agen perubahan yang tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga membentuk karakter generasi masa depan.
“Guru mengajar tanpa henti untuk membentuk karakter generasi emas bangsa,” tuturnya.
Pengukuhan Guru Profesional PPG Batch 4 Tahun 2025 di lingkungan UIN Saizu Purwokerto menjadi bukti nyata komitmen perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan nasional.
Melalui program ini, diharapkan lahir guru-guru profesional yang adaptif, inovatif, dan mampu menjawab tantangan pendidikan di era digital, sekaligus berkontribusi dalam mencetak generasi unggul Indonesia di masa depan. (***)