Atasi Kasus TB, Pemprov Lampung Gandeng Dokter Paru, Pemeriksaan ke Berbagai Pintu Masuk
Reny Fitriani April 27, 2026 02:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung terus memperkuat upaya pencegahan dan penanganan kasus Tuberkulosis (TB) yang masih tergolong tinggi. 

Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, mengungkapkan pihaknya kini tengah menjalin kolaborasi dengan organisasi profesi medis untuk memperluas deteksi dini kasus TB.

“ Kami sedang menjalin kolaborasi dengan perhimpunan dokter paru. Nanti akan dibentuk instrumen pemeriksaan yang disebarkan ke berbagai pintu masuk, termasuk pelabuhan dan bandara,” kata Jihan, saat diwawancarai, Senin (27/4/2026).

Menurutnya, langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan angka penemuan kasus TB di Lampung yang saat ini masih tergolong rendah.

“Untuk angka temuan kita memang masih sangat rendah, baru sekitar 14 persen. Tapi untuk tingkat keberhasilan pengobatan, termasuk TB resisten obat, hasilnya sudah cukup baik,” jelasnya.

Baca Juga Wagub Lampung Jihan Nurlela Tekankan Keseriusan Daerah Tuntaskan Kasus TB

Ia menambahkan, Pemprov Lampung saat ini tengah mengejar target peningkatan angka temuan kasus sesuai standar yang ditetapkan di kawasan ASEAN.

Di sisi lain, Jihan juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap gejala TB dan segera memeriksakan diri jika mengalami tanda-tanda yang mengarah pada penyakit tersebut.

“Kalau ada batuk lama, keringat dingin, penurunan berat badan, dan gejala lain yang mengarah ke TB, segera periksakan ke puskesmas terdekat,” katanya.

Ia menegaskan, pemeriksaan dini sangat penting untuk mencegah penularan yang lebih luas. 

Jika hasilnya positif, pasien juga diminta mengajak keluarga atau orang yang pernah kontak erat untuk ikut menjalani pemeriksaan.

“Kalau sudah positif, keluarga yang kontak erat harus diperiksa juga. Ini penting untuk memutus rantai penularan,” ujarnya.

Selain itu, penerapan isolasi bagi pasien TB juga menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan penyebaran penyakit tersebut.

“Memang seharusnya dilakukan isolasi agar tidak menular ke orang lain,” pungkasnya.

(Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.