TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Medan secara resmi menerima empat cabang olahraga (cabor) baru sebagai anggota dalam Rapat Kerja (Raker) tahun 2026 yang digelar di Grand Central Medan, Sabtu (25/4/2026).
Empat cabor yang kini resmi bergabung tersebut adalah Komite Sepak Bola Mini Indonesia (KSBI), Indonesia Bela Diri Campuran Amatir Mixed Martial Art (IBCA), Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI), dan Federasi Savate Indonesia (FSI).
Penerimaan keempat cabor ini diputuskan melalui sidang pleno Raker KONI Medan, yang kemudian dituangkan dalam Surat Keputusan Nomor: Skep 05/Raker/KONI Medan/IV/2026 tentang penerimaan pengurus cabang olahraga sebagai anggota KONI Kota Medan tahun 2026.
Momen pengesahan tersebut turut disaksikan oleh jajaran pengurus cabang olahraga serta koordinator KONI kecamatan se-Kota Medan, menandai bertambahnya kekuatan baru dalam pembinaan olahraga di ibu kota Provinsi Sumatera Utara ini.
Ketua Umum KONI Kota Medan, Aswindy Fachrizal, menyambut baik kehadiran empat cabor baru tersebut. Ia berharap keempatnya mampu membawa energi positif serta memperkuat ekosistem olahraga di Kota Medan.
“Kita berharap keempat cabor ini dapat saling bersinergi dan berkolaborasi dengan KONI Medan dalam rangka memajukan olahraga di Kota Medan,” ujar Aswindy kepada Tribun Medan.
Pria yang akrab disapa Windy ini, menegaskan pentingnya komitmen dalam pembinaan atlet secara berkelanjutan. Menurutnya, keberadaan cabor baru harus diiringi dengan program pembinaan yang terarah agar mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi.
“Tema Raker kita adalah Medan Kota Atlet yang Berprestasi. Ini bukan sekadar slogan, tetapi harus diwujudkan melalui kerja nyata. Mari kita bersama-sama membangun Kota Medan dengan atlet-atlet yang mampu membanggakan daerah,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Pengurus Cabang KSBI Kota Medan, Rama Doni, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan KONI Medan kepada pihaknya.
“Terima kasih kepada Ketua Umum KONI Medan yang telah menerima KSBI sebagai anggota. Ini menjadi langkah awal bagi kami untuk lebih serius dalam pembinaan dan pengembangan sepak bola mini di Kota Medan,” ujarnya.
Rama Doni mengungkapkan, dalam waktu dekat pihaknya akan segera menggelar rapat kerja internal guna menyusun program kerja, termasuk persiapan menghadapi Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) U-17 yang dijadwalkan berlangsung pada Mei mendatang.
“Untuk menghadapi Kejurprov, kami akan menyiapkan tim terbaik sebagai perwakilan Kota Medan. Sebelum itu, kami juga berencana menggelar turnamen tingkat kota sebagai ajang penjaringan atlet,” jelasnya.
Ia menambahkan, KSBI juga akan melakukan audiensi dengan KONI Medan, Dinas Pendidikan, serta Wali Kota Medan guna mendapatkan dukungan penuh dalam pelaksanaan program tersebut.
“Kita ingin proses seleksi berjalan maksimal. Dari turnamen itu, pemain-pemain terbaik akan kita kumpulkan dan dibentuk menjadi tim yang solid,” katanya.
Hal senada disampaikan Wakil Ketua Pengcab IBCA Kota Medan, Noel Sirait. Ia menyebut pihaknya siap mengikuti arahan KONI Medan dalam menjalankan berbagai program pembinaan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan ini. Ke depan, IBCA Kota Medan akan fokus menjalankan program sesuai arahan KONI, termasuk pembinaan atlet sejak usia dini,” ujarnya.
Noel menambahkan, pembinaan akan difokuskan dari lingkungan sekolah sebagai bagian dari program jangka panjang untuk mencetak atlet bela diri campuran yang kompetitif.
(Cr29/tribun-medan.com)