Solok Selatan Raih Penghargaan Kemendagri atas Keberhasilan Tekan Angka Pengangguran
Rezi Azwar April 27, 2026 02:27 PM

TRIBUNPADANG.COM, SOLOK SELATAN - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, mencatatkan prestasi signifikan dalam bidang ketenagakerjaan di tingkat nasional.

Kabupaten ini berhasil meraih penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) atas keberhasilannya menekan angka pengangguran secara konsisten dalam beberapa tahun terakhir.

Capaian tersebut menempatkan Solok Selatan di posisi pertama dalam jajaran kabupaten terbaik untuk wilayah regional Sumatera.

Pengakuan ini menjadi indikator efektivitas kebijakan pemerintah daerah dalam mengelola sektor ekonomi makro dan penyerapan tenaga kerja di tingkat lokal.

Bupati Solok Selatan, Khairunas, menyatakan bahwa prestasi ini merupakan hasil dari pola kerja kolaboratif yang ia sebut sebagai super tim.

Baca juga: Hari Otonomi Daerah 2026, Bupati Solok Selatan Tekankan Pentingnya Sinkronisasi Pusat-Daerah

Kolaborasi ini melibatkan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang bergerak secara terintegrasi, bukan lagi bekerja secara parsial atau sendiri-sendiri.

"Kami sangat bersyukur atas apresiasi ini. Ini adalah wujud kerja keras yang dilakukan secara kolektif, yang ternyata mendapatkan perhatian serius dari pemerintah pusat dan berbagai elemen penilai lainnya," ujar Khairunas, Senin (27/4/2026).

Khairunas menekankan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan sektor swasta melalui Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP).

Sinergi antara kebijakan publik dan dukungan dunia usaha melalui program pemberdayaan dinilai menjadi katalisator pembukaan lapangan kerja baru.

Baca juga: Sinergi Kejari dan DPRD Padang Tekan Peredaran Narkotika, 90 Persen Perkara Didominasi Kasus Narkoba

Selain itu, sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) juga mendapat apresiasi khusus. Para pelaku usaha kecil di Solok Selatan dianggap mampu menggali potensi sumber daya lokal secara kreatif, yang secara langsung berdampak pada penyerapan tenaga kerja di tingkat akar rumput.

Meski meraih predikat terbaik di Sumatera, Khairunas menegaskan bahwa penghargaan ini bukanlah akhir dari pencapaian. Sebaliknya, prestasi ini harus menjadi pemacu semangat bagi jajarannya untuk terus mengeksplorasi potensi investasi yang lebih luas agar ekonomi daerah tetap stabil.

Pihaknya juga menyoroti pentingnya akurasi data dalam setiap pengambilan kebijakan. Penguasaan data yang valid dimulai dari tingkat pemerintahan terbawah menjadi kunci agar intervensi pemerintah dalam sektor ketenagakerjaan dapat dilakukan secara tepat sasaran.

Sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan tersebut, Pemerintah Pusat memberikan insentif berupa dana sebesar Rp3 miliar.

Baca juga: Gubernur Mahyeldi Imbau OPD dan BUMD Sumbar Berkurban: Disepakati Minimal Satu Ekor Sapi

Dana segar ini diproyeksikan akan digunakan kembali untuk menstimulasi program-program yang berkaitan dengan peningkatan ekonomi masyarakat.

Secara terpisah, Sekretaris Daerah Kabupaten Solok Selatan, Syamsurizaldi, menjelaskan bahwa penilaian dari Kemendagri didasarkan pada data tren penurunan angka pengangguran secara berkelanjutan. Indikator utamanya adalah realisasi angka yang selalu berada di bawah target yang ditetapkan pemerintah.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Solok Selatan, tren positif ini terlihat dari angka-angka yang terus menyusut. Pada tahun 2023, tingkat pengangguran berada di angka 2,57 persen, kemudian turun menjadi 2,3 persen pada 2024, hingga mencapai 2,13 persen pada akhir 2025.

Pencapaian angka 2,13 persen tersebut diklaim jauh lebih rendah dibandingkan dengan tingkat pengangguran rata-rata di tingkat provinsi Sumatera Barat maupun secara nasional. Hal ini menunjukkan bahwa daya serap pasar kerja di Solok Selatan tergolong sangat sehat di tengah dinamika ekonomi global.

Sektor energi, perkebunan, dan pertanian diidentifikasi sebagai motor utama yang menarik minat investor di wilayah ini. Terbukanya keran investasi di sektor-sektor strategis tersebut menciptakan ekosistem kerja yang masif bagi masyarakat setempat.

Pertumbuhan UMKM yang kian menjamur juga memberikan andil besar dalam menjaga ketahanan ekonomi daerah. Dengan iklim usaha yang kondusif, Solok Selatan optimistis dapat terus menjaga tren positif ini demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang merata di masa mendatang.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.