Laporan wartawan TribunJatim.com, Ahmad Faisol
TRIBUNJATIM.COM, BANGKALAN - Badan Gizi Nasional (BGN) baru-baru ini menghentikan sementara operasional 1.700 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Dua unit dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang di-suspend di antaranya berada di Kabupaten Bangkalan karena infrastruktur dapur tidak sesuai dengan standar spesifikasi yang telah ditentukan BGN.
Satgas MBG Pemkab Bangkalan, Dr Bambang Budi Mustika mengungkapkan, penghentian sementara operasional dua unit SPPG itu diputuskan setelah sejumlah petugas BGN pada pekan lalu menggelar kegiatan inspeksi mendadak (sidak) ke Kabupaten Pamekasan.
"Dalam perjalanan, (BGN) mampir di Kecamatan Blega (Bangkalan) karena melihat dua unit SPPG lokasinya berada di pinggir jalur poros. Hasil pemeriksaan menjadi catatan pihak BGN karena infrastruktur dari dua unit dapur MGB itu dinilai tidak layak," ungkap Dr Bambang kepada Tribun Madura, Senin (27/4/2026).
Baca juga: Distribusi MBG Difokuskan ke Penduduk Miskin, Satgas Pemkab Bangkalan: Itu Lebih Bermanfaat
Update total jumlah SPPG per 24 April 2026 yang terdata Satgas MBG Pemkab Bangkalan menyebutkan sebanyak 197 unit SPPG yang tersebar di 18 kecamatan di Kabupaten Bangkalan.
Dengan rincian, sebanyak 129 unit dapur MBG di antaranya sudah memiliki kepala SPPG, 112 SPPG telah beroperasi, 13 SPPG persiapan operasional, 68 SPPG proses persiapan operasional. Adapun total penerima manfaat MBG hingga pekan keempat di bulan April 2026 ini sebanyak 328.017 orang yang tersebar di 18 kecamatan.
"Ada juga satu SPPG di Kecamatan Tanah Merah, di luar jumlah 1.700 itu yang sudah lama dihentikan sementara operasionalnya karena belum terpenuhinya ketersediaanya IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah)," jelasnya.
Dikutip dari Tribunnewas.com edisi Sabtu (25/4/2026), Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) BGN, Aris Marsudiyanto menyatakan, penghentian sementara terhadap 1.700 dapur MBG sebagai upaya perbaikan.
Karena di lapangan, Aris menyebutkan ada temuan tentang perubahan ukuran porsi makanan yang tidak sesuai standar, salah satu yang disorot adalah pemotongan lauk ayam yang melebihi kententuan. Selain lauk ayam, pengurangan ukuran juga ditemukan pada lauk lain seperti ikan lele dalam paket menu MBG.
Selain 2 unit SPPG di Kecamatan Blega dan satu SPPG di Kecamatan Tanah Merah, terdapat pula satu SPPG di Kecamatan Blega yang juga dihentikan sementara operasionalnya karena masih dalam penyelidikan karena munculnya kasus dugaan keracunan makanan pada siswa dan guru di SMPN Blega, distribusi MBG Senin (20/4/2026).