TRIBUNPEKANBARU.COM, BENGKALIS - Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan (DTPHP) Bengkalis sudah melakukan pendataan terkait hewan kurban yang diperkirakan akan dilakukan pemotongan di wilayah Bengkalis. Secara jumlah kemungkinan mengalami pengurangan dari tahun 2025 lalu.
Hal ini diungkap langsung Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Peternakan DTPHP Bengkalis Suhairi kepada Tribunpkanbaru.com, Senin (27/4) siang.
"Kalau perkiraan kita jumlah hewan kurban yang akan disembelih saat Idul Adha tahun ini menurun dibandingkan tahun lalu. Karena jumlah hewan ternak yang masuk tidak terlalu banyak," terangnya.
Menurut dia, hewan kurban untuk kabupaten Bengkalis masih didominasi hewan ternak lokal. Terutama untuk wilayah pulau, hewan kurban rata-rata dari pertenak Pulau Rupat.
"Untuk wilayah kita seperti Pulau Bengkalis dan sekitarnya rata rata hewan dari Pulau Rupat. Sementara untuk wilayah daratan Sumatera seperti Mandau, Pinggir Bathin Solapan serta Talang Mandau mayoritas kemungkinan ada dari luar kabupaten Bengkalis namun masih berasal dari wilayah Riau yakni dari Kampar dan Rohul," terang Suhairi.
Terkait pengawasan hewan kurban ini, pihaknya tetap melakukan pemantauan secara menyeluruh, dilakukan langsung petugas kesehatan hewan yang ada di Puskeswan di masing masing kecamatan.
"Petugas di masing masing Puskeswan sudah mulai bergerak melakukan pengawasan," terangnya.
Suhairi juga berharap masyarakat terutama panitia kurban bisa mengoptimalkan keberadaan tenaga kesehatan hewan di masing masing Puskeswan. Dengan melibatkan langsung untuk melakukan pemeriksaan sebelum membeli hewan kurban tersebut.
"Panitia kurban bisa menghubungi langsung petugas kita sebelum melakukan pembelian. Mereka siap untuk melakukan pemeriksaan, terutama memastikan usia hewan kurban yang akan dibeli," terangnya.
Suhairi mengatakan, panitia kurban bisa menyampaikan langsung kepada petugas kesehatan hewan Puskeswan setempat saat akan membeli hewan kurban.
Misalnya akan berencana membeli hewan kurban dari Rupat, begitu disampaikan kepada petugas Puskeswan setempat, nantinya petugas di Rupat bisa lebih dahulu melakukan pengecekan hewan yang akan dibeli di sana.
"Jadi kita bisa memaksimalkan petugas yang ada membantu melakukan pengecekannya sebelum membeli," tandasnya.
Berdasarkan data perkiraan etimasi pemotongan hewan kurban tahun 2026 DTPHP Bengkalis, hewan kurban jenis sapi etimasi pemotongan sekitar 3.097 ekor, ketersedian pasokan lokal diperkirakan sebanyak 3.050 ekor, dan pasokan luar sebanyak 1.165 ekor.
Hewan kurban kerbau etimasi perkiraan pemotongan sekitar 4 ekor. Sementara ketersedian pasokan kerbau lokal sekitar 33 ekor dan pasokan kerbau luar sekitar 1 ekor.
Selanjutnya hewan kurban kambing estimasi pemotongan sekitar 1.172 ekor. Sementara ketersedian pasokan lokal sekitar 2.047 ekor dan pasokan kambing luar sekitar 123 ekor.
Kemudian hewan kurban domba estimasi pemotongan sekitar 21 ekor. Sementara pasokan domba loka sekitar 65 ekor dan pasokan dari luar nihil.
(Tribunpekanbaru.com/Muhammad Natsir)