Hampir Seluruh Kecamatan di Siak Rawan Karhutla, BPBD Perkuat Mitigasi dan Gandeng Masyarakat
Muhammad Ridho April 27, 2026 08:21 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Siak mengungkapkan hampir seluruh wilayah di daerah itu memiliki potensi tinggi terhadap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Berdasarkan data Pusdalops selama lima tahun terakhir, sebanyak 12 kecamatan di Siak masuk dalam kategori rawan risiko bencana karhutla.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Siak, Novendra Kasmara, menjelaskan kondisi tersebut menjadi perhatian serius. Terlebih dalam menghadapi potensi musim kering yang dapat memicu kebakaran. Upaya mitigasi terus diperkuat meskipun di tengah keterbatasan anggaran.

“Berdasarkan data kejadian lima tahun terakhir, hampir 12 kecamatan di Kabupaten Siak rawan terhadap Karhutla. Ini menjadi dasar kami untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan,” ujar Novendra kepada Tribunpekanbaru.com, Senin (27/4/2026). 

Ia menjelaskan, BPBD Siak saat ini fokus pada upaya pencegahan melalui penguatan peran masyarakat dan pengecekan sarana pendukung di lapangan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memastikan kesiapan Masyarakat Peduli Api (MPA) di setiap kampung, termasuk kelengkapan peralatan yang dimiliki.

Selain itu, BPBD juga melakukan pengecekan sarana dan prasarana (Saspras) penanggulangan Karhutla di perusahaan-perusahaan yang berada di wilayah rawan. Hal ini dilakukan untuk memastikan kesiapan pihak swasta dalam mendukung upaya antisipasi kebakaran.

“Perusahaan juga kita dorong untuk aktif dan memastikan seluruh peralatan penanggulangan Karhutla dalam kondisi siap pakai,” jelasnya.

Upaya lain yang dilakukan adalah intensifikasi sosialisasi kepada masyarakat. BPBD bersama camat dan penghulu terus menyebarkan imbauan agar masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar.

“Ini sesuai dengan Surat Edaran Bupati Siak,” tambahnya. 

Baca juga: Ancaman Karhutla Akibat El Nino di Depan Mata, Kapolda Riau: Jangan Tunggu Api Besar Baru Bergerak

Novendra menegaskan, pendekatan persuasif tetap menjadi prioritas agar kesadaran masyarakat meningkat. Ia juga mengupayakan potensi kebakaran dapat ditekan sejak dini.

Tak hanya itu, pihaknya juga intensif melakukan koordinasi lintas sektor. BPBD Siak aktif berkolaborasi dengan berbagai stakeholder terkait dalam upaya pencegahan dan penanganan karhutla secara terpadu.

Sementara itu, kegiatan patroli pencegahan juga terus dilakukan oleh tim di lapangan. Berdasarkan laporan Manggala Agni Daops Sumatera VI/Siak, patroli rutin pada Minggu, 25 April 2026 dilaksanakan di sejumlah wilayah rawan, di antaranya Desa Sri Gemilang Kecamatan Koto Gasib, Desa Sungai Tengah Kecamatan Sabak Auh, Desa Paluh serta Kelurahan Mempura di Kecamatan Mempura.

Selain patroli rutin, tim juga melaksanakan patroli mandiri di wilayah Kabupaten Bengkalis, tepatnya di Desa Sepahat Kecamatan Bandar Laksamana dan Desa Sungai Alam Kecamatan Bengkalis.

Kepala Daops Manggala Agni Sumatera VI/Siak, Ihsan Abdillah, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan patroli tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam mencegah terjadinya karhutla di wilayah rawan.

“Kami berharap potensi Karhutla di Kabupaten Siak dapat diminimalisasi serta kesiapsiagaan seluruh elemen, baik pemerintah, perusahaan, maupun masyarakat, harus meningkat,” katanya.

( Tribunpekanbaru.com/mayonal putra)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.