Motif Penembakan Trump: Pelaku Kirim Surat Prioritas Target dan Protes Kebijakan Pemerintah
Evan Saputra April 27, 2026 08:23 PM

POSBELITUNG.CO - ​Hanya sepuluh menit sebelum menerobos pos keamanan, Cole Thomas Allen mengirimkan pesan terakhir yang mengungkap alasan di balik upaya penembakannya di Washington.

Dalam transkrip surat yang bocor, Allen mengungkapkan permintaan maaf kepada keluarga namun menegaskan bahwa rasa marahnya terhadap pemerintahan Trump sudah tidak terbendung.

Ia secara eksplisit menyasar para pejabat tinggi sebagai target utama, kecuali Direktur FBI, sebagai bentuk protes radikal terhadap otoritas negara.

Pelaku penembakan di acara makan malam yang dihadiri Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memang menargetkan pemerintahan sang presiden.

Baca juga: ​Kalender Mei 2026: Daftar Hari Libur Nasional, Cuti Bersama, dan Weton Jawa

Hal itu terungkap melalui surat yang ia kirimkan ke keluarganya sebelum melakukan serangan tersebut.

Penembakan terjadi di acara makan malam Koresponden Gedung Putih di Hotel Hilton, Washington, Sabtu (25/4/2026) malam waktu setempat.

Trump dan Wakil Presiden JD Vance yang menghadiri acara tersebut kemudian berhasil dievakuasi dinas rahasia AS.

Pelaku penembakan diketahui sebagai Cole Thomas Allen, berusia 31 tahun, yang berasal dari Torrance, Los Angeles, California.

Allen dilaporkan telah mengirim surat kepada anggota keluarganya sekitar 10 menit sebelum serangan.

Dikutip dari NBC, Minggu (2642026), yang memiliki transkrip tulisan Allen dari seorang petugas pemerintahan senior, Allen meminta maaf kepada keluarganya serta semua orang atas apa yang dilakukannya.

Ia juga mengungkapkan kemarahan atas apa yang dilakukan oleh pemerintahan Trump.

“Saya tak mengharap dimaafkan. Tetap, saya meminta maaf,” tulisnya.

Allen juga mengkritik Trump tanpa menyebutkan namanya, dan juga menuliskan lenggangnya keamanan hotel, dan bahwa ia mengharapkan lebih dari itu.

Ia juga menjelaskan “aturan keterlibatan yang diharapkan”.

“Para pejabat pemerintahan (tak termasuk Bapak Patel). Mereka adalah target, diprioritaskan dari peringkat tertinggi hingga terendah,” ujarnya, sembari merujuk pada Direktur FBI Kash Patel.

“Saya merasakan kemarahan, memikirkan apa yang pemerintahan ini telah lakukan,” tambahnya.

Pejabat senior yang tak diungkapkan identitasnya itu mengatakan, saudara Allen telah menghubungi Departemen Kepolisian New London di Connecticut saat menerima surat itu.

Allen dipersenjatai dengan shotgun pistol dan pisau saat menerobos pos pemeriksaan keamanan dan menuju arah ballroom tempat acara diadakan.

Ia kemudian saling tembak dengan penegak hukum sebelum kemudian di tekel ke tanah.

Profil Donald Trump

Donald John Trump, tokoh yang mendefinisikan ulang lanskap politik modern, kini kembali menduduki kursi kepemimpinan tertinggi di Amerika Serikat.

Sebagai Presiden ke-47 yang dilantik pada 20 Januari 2025, Trump mencatatkan sejarah sebagai presiden kedua yang memenangkan masa jabatan tidak berturut-turut, menyusul jejak Grover Cleveland di abad ke-19.

​Biodata Singkat

Nama Lengkap: Donald John Trump

​Tempat/Tanggal Lahir: Queens, New York, 14 Juni 1946

​Partai Politik: Republik (GOP)

​Pendidikan: Bachelor of Science dalam Ekonomi, Wharton School, Universitas Pennsylvania

​Pasangan: Melania Knauss (menikah 2005)

​Anak: Donald Jr., Ivanka, Eric, Tiffany, dan Barron

​Jejak Karier: Dari Real Estat ke Ruang Oval

​Sebelum terjun ke politik, Trump dikenal sebagai raja real estat New York yang membangun kekaisaran The Trump Organization.

Namanya kian melambung secara global melalui acara realitas The Apprentice, yang memopulerkan jargon "You're Fired!".

​Setelah masa jabatan pertamanya sebagai Presiden ke-45 (2017–2021), Trump sempat keluar dari Gedung Putih dengan penuh kontroversi pasca-pemilu 2020.

Namun, ia melakukan comeback politik yang luar biasa pada Pemilu 2024 dengan mengalahkan petahana dari Partai Demokrat melalui slogan ikonik "Make America Great Again" (MAGA).

(Kompas/Tribunnews)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.