TRIBUN-BALI.COM - Mohammad Jumhur Hidayat lahir di Bandung, 18 Februari 1968. Jumhur, sapaannya, merupakan putra dari pasangan Mohammad Sobari Sumartadinata dan Ati Amiati.
Sang ayah merupakan seorang pejabat di Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo). Walaupun memiliki ayah seorang pejabat, Jamhur dididik untuk hidup sederhana.
Pada 2007, Jamhur menikah dengan Finalis Puteri Indonesia 2001, Alia Febyani Prabandari. Dari pernikahan tersebut, Jumhur dan Alia dikarunia empat orang anak yang bernama Moqtav, Naeva, Ezga, dan Vaniaz.
Jamhur Hidayat cukup sering berpindah-pindah, saat menempuh pendidikan formalnya. Ia pernah bersekolah di SD Menteng Menteng Pulo Pagi Jakarta Selatan sebelum akhirnya pindah ke SD Menteng 02 Pagi Jakarta Pusat.
Setelahnya, Jamhur melanjutkan pendidikan dengan bersekolah di SMPN 1 Jakarta Pusat dan pindah ke SMPN 1 Denpasar.
Baca juga: RAIB Kotak Emas & 2 Celengan Senilai Rp253 Juta Kagetkan Ayu, Digondol Pekerja Serabutan di Bangli!
Baca juga: KERIS Kuno Dipamerkan Saat Hari Puputan Klungkung, Jumlahnya Ratusan dari Berbagai Sumber
Di bangku SMA, Ia juga pernah bersekolah di SMAN 1 Denpasar tahun 1986 yang kemudian pindah ke SMAN 3 Bandung.
Jamhur kemudian berkuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan mengambil jurusan Teknik Fisika.
Jumhur Hidayat yang terlibat dalam aksi penolakan Menteri Dalam Negeri Rudini, kemudian dipecat dari ITB. Ia lalu melanjutkan berkuliah di Universitas Nasional Jakarta dan lulus di tahun 1996.
Ia adalah aktivis pergerakan sekaligus tokoh buruh, yang akhirnya resmi diangkat sebagai Menteri Lingkungan Hidup RI (LH). Jumhur dilantik oleh Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan RI, Jakarta pada Senin (27/4/2026) sore.
Dalam reshuffle kabinet kali ini, Jumhur mengisi pos menteri yang sebelumnya ditempati oleh Hanif Faisol Nurofiq. Hanif sendiri digeser dari Menteri LH dan dipindah menjadi Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan. (*)