MinyaKita di Bandung Tembus Rp21 Ribu Per Liter, Jauh Melampaui HET, Pedagang Keluhkan Stok
Ravianto April 27, 2026 08:32 PM

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Harga minyak goreng bersubsidi MinyaKita di Kota Bandung kini tembus Rp21 ribu per liter di tingkat pengecer.

Lina, pedagang kelontong di Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, mengatakan saat ini harga MinyaKita mencapai Rp240 ribu per dus.

Jika dijual eceran, ia membanderol Rp21 ribu per liter. Padahal sebelumnya, harga MinyaKita masih berada di kisaran Rp210 ribu per dus.

“Sejak sebulan lalu sulit mendapatkan barang, memang stoknya terbatas,” kata Lina.

Ia menjelaskan, para pedagang memperoleh MinyaKita dari distributor dengan harga sekitar Rp20 ribu per liter. 

“Pedagang kemudian menjualnya kembali seharga Rp21 ribu per liter kepada pembeli,” imbuhnya.

Baca juga: Minyakita Hilang dari Pasar Ciamis Bikin Pedagang Menjerit, Pasokan di Gudang Bulog Kosong

Ia menyebut para pembeli tetap membeli MinyaKita, terutama pedagang kecil yang mengandalkan minyak subsidi sebagai bahan pokoknya. 

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Rony Ahmad Nurudin, mengatakan, bahwa harga eceran tertinggi (HET) MinyaKita di tingkat pengecer ditetapkan sebesar Rp15.700 per liter.

“Ketersediaan MinyaKita di pasaran masih ada meskipun terbatas,” kata dia. 

Rony menyebut untuk menjaga stabilitas harga, pemerintah melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN)  terus melakukan distribusi ke sejumlah pasar tradisional.

“Bulog menyalurkan ke Pasar Kosambi, Pasar Astana Anyar, Pasar Sederhana, Pasar Gedebage dan lainnya,” katanya. 

Sementara ID Food menyuplai ke Pasar Kiaracondong, Pasar Kordon Kujangsari, dan Pasar Kembar Mas.

“Pedagang yang mendapatkan pasokan dari Bulog maupun ID Food wajib menjual sesuai HET, yakni Rp15.700 per liter,” tuturnya. 

Sementara pedagang yang menjual di atas HET kemungkinan memperoleh barang dengan harga beli yang sudah lebih tinggi. (*) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.