TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Bondowoso - Jembatan darurat yang menghubungkan Desa Sukowiryo dan Kelurahan Nangkaan, Bondowoso, rusak diterjang tumpukan sampah saat hujan lebat, Minggu sore (26/4/2026).
Material sampah yang terbawa arus kemudian menghantam bagian kaki penyangga jembatan hingga menyebabkan sejumlah kayu penopang patah dan rusak.
Jembatan darurat ini sebenarnya baru saja difungsikan beberapa hari sebelumnya, sebagai pengganti sementara setelah Jembatan Sentong ambles pada akhir Februari 2026.
Baca juga: Pembangunan Jembatan Sentong Bondowoso Dimulai, Ditargetkan Rampung 8 Bulan
Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, menjelaskan pembangunan jembatan darurat tersebut menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar sekitar Rp 75 juta.
“Kerusakan disebabkan oleh sampah dan derasnya air sungai saat hujan kemarin. Sejumlah kayu penyangga patah dan rusak,” ujarnya.
Ia menambahkan konstruksi jembatan awalnya dibuat sederhana karena mempertimbangkan kondisi cuaca yang diperkirakan sudah memasuki musim kemarau.
Baca juga: Perbaikan Jembatan Sentong Bondowoso Segera Dimulai, Alat Berat Sudah Didatangkan
“Awalnya, kami membuat konstruksi sederhana. Dalam artian kondisi cuaca sudah kemarau. Sehingga kami memilih konstruksi yang sederhana,” katanya.
Usai kejadian tersebut, BPBD bersama tim teknis dari Dinas Marga Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (BSBK) Bondowoso langsung melakukan evaluasi untuk menyesuaikan desain struktur jembatan agar lebih kuat.
Selama proses perbaikan, jembatan darurat ditutup sementara. Namun, pemerintah memastikan perbaikan akan selesai sebelum pembongkaran total Jembatan Sentong dilakukan.
Baca juga: 3 Jembatan di Bondowoso Ambles Diterjang Hujan Deras
Warga berharap perbaikan bisa segera rampung karena jembatan darurat tersebut dinilai lebih aman dan nyaman dibandingkan melintasi Jembatan Sentong yang saat ini masih dalam tahap perbaikan dan dipenuhi alat berat.
Salah satu warga Desa Sukowiryo, Faizatul Wida, mengaku kerap menggunakan jembatan darurat untuk aktivitas sehari-hari seperti berbelanja hingga bertemu pelanggan.
“Sebetulnya enak lewat sini, daripada lewat di Jembatan Sentong,” kata pedagang makanan tersebut.
Baca juga: Jembatan Sentong Ditutup Karena Ambles, Warga Manfaatkan Jalan Jadi Jemuran dan Tempat Parkir
Ia berharap perbaikan jembatan tidak hanya cepat selesai, tetapi juga dilakukan dengan konstruksi yang lebih kuat.
“Kalau bisa cagaknya dicor saja. Biar bisa lebih tahan lama,” ujarnya.
Selain itu, perempuan yang akrab disapa Fais tersebut juga mengusulkan agar jembatan dipercantik sehingga bisa menjadi ikon baru di wilayah perbatasan.
“Sekarang saja sudah bagus view-nya, apalagi kalau dipercantik,” tambahnya.
Satlantas Polres Bondowoso turut turun ke lapangan untuk memberikan imbauan kepada masyarakat. Kanit Kamsel Satlantas Polres Bondowoso, Aiptu Eko Setyo Budi Cahyono, meminta warga menggunakan jalur alternatif selama masa perbaikan yang diperkirakan berlangsung selama tujuh hari.
“Masyarakat diimbau untuk menggunakan jalur alternatif yang tersedia,” pungkasnya.