TRIBUNBATAM.id, BATAM - Kehadiran Bank Sumatera Utara (Bank Sumut) di Kota Batam kian diperkuat dengan diresmikannya kantor baru di kawasan Komplek Bisnis Refelsia, Sei Panas, Batam Centre, Senin (27/4/2026(.
Tak hanya itu, Bank Sumut juga turut berkontribusi dalam pembangunan halte Bus Trans Batam di Jalan Raja Haji Fisabilillah sebagai bagian dari dukungan terhadap infrastruktur kota.
Direktur Utama Bank Sumut, Heru Mardiansyah, menyampaikan optimisme terhadap potensi ekonomi Batam yang terus menunjukkan pertumbuhan positif.
Heru menilai, kehadiran Bank Sumut di Batam bukan sekadar ekspansi bisnis, tetapi juga bagian dari upaya mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Kami melihat pertumbuhan ekonomi Batam yang mencapai di atas 6 persen merupakan capaian yang sangat baik. Ini menjadi peluang besar untuk mendorong peningkatan PAD melalui kolaborasi yang kami bangun bersama Pemerintah Kota Batam,” kata Heru.
Sebagai bank daerah, lanjutnya, Bank Sumut mengandalkan kekuatan pada layanan digital, khususnya dalam sistem penerimaan pajak daerah.
Saat ini, pihaknya tengah menyiapkan integrasi digital untuk berbagai objek pajak yang direncanakan mencakup sedikitnya 11 sektor.
Salah satu inovasi yang tengah dikembangkan adalah sistem pembayaran pajak restoran berbasis QR code yang terintegrasi secara otomatis.
Melalui sistem ini, pajak akan langsung terpisah (split) saat transaksi berlangsung, sehingga lebih transparan dan efisien.
“Skema ini sedang kami uji coba bersama Pemerintah Kota Medan, Bank Indonesia, dan OJK. Jika sudah optimal, kami akan mendorong implementasinya di berbagai daerah, termasuk Batam,” kata Heru.
Sementara itu, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyambut baik kehadiran Bank Sumut dan menyebut Batam sebagai wilayah strategis untuk pengembangan investasi.
“Batam adalah negerinya investasi. Pertumbuhan ekonomi kita konsisten berada di atas rata-rata nasional, ditopang berbagai insentif seperti kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas,” kata Amsakar.
Amsakar menjelaskan, Batam memiliki sejumlah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang menjadi daya tarik investor, di antaranya KEK Nongsa Digital Park, KEK Tanjung Sauh, KEK Batam Aero Technic, hingga KEK MRO (Maintenance, Repair and Overhaul).
Selain itu, kinerja ekonomi Batam juga menunjukkan tren menggembirakan. Pada tahun 2025, pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 6,76 persen, meningkat dibanding tahun sebelumnya.
Sementara realisasi investasi mencapai Rp69,3 triliun atau 115,5 persen dari target.
Bahkan, pada triwulan I tahun 2026, realisasi investasi Batam telah menembus Rp17,5 triliun, melonjak signifikan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp8,6 triliun.
“Ini menunjukkan Batam masih menjadi primadona investasi. Artinya, tata kelola pembangunan kita sudah berada di jalur yang tepat,” kata Amsakar.
Amsakar berharap, kehadiran Bank Sumut dapat semakin mengakselerasi pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya melalui optimalisasi digitalisasi pajak dan peningkatan PAD.
“Kolaborasi ini diharapkan mampu mendinamiskan ekonomi daerah dan memberikan kontribusi signifikan bagi pembangunan Batam ke depan,” kata Amsakar.
Dalam kesempatan tersebut Amsakar juga menawarkan kerjasama program strategis kepada Bank Sumut mengenai pinjaman UMKM sebesar Rp 20 juta.
"Serapannya sampai saat ini masih sangat rendah, karena para pelaku UMKM yang mengajukan terkendala di BI Ceking," kata Amsakar.
Amsakar mengaharapkan Bank Sumut bisa berkontribusi untuk program tersebut agar serapan pinjaman bagi pelaku UMKM bisa lebih tinggi.(ian).