KontraS Kritik Motif Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Sebut Hindari Tanggung Jawab Komando
Jaisy Rahman Tohir April 27, 2026 10:11 PM

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya mengkritik soal motif penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus yang disebut karena dendam pribadi.

Menurut Dimas, motif yang disampaikan Oditurat Militer itu seolah menjadi pernyataan template.

Ia menduga motif tu disampaikan untuk menghindari pertanggung jawaban pihak yang mendalangi penyiraman air keras tersebut.

​"jadi saya bilang, ini adalah motif baku yang dilakukan oleh pelaku dari institusi negara untuk menghindari pertanggungjawaban komando, dan untuk menghindari proses hukum melibatkan orang-orang yang menyuruh lakukan, atau bertanggung jawab atas operasi ini," kata Dimas di MBloc Space, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (27/4/2026).

Dimas pun menyinggung soal kasus penyiraman air keras  terhadap mantan penyidik KPK Novel Baswedan pada April 2017 lalu.

Ia mengungkapkan, ketika itu pelaku penyiraman air keras juga mengaku melakukan perbuatannya karena dendam pribadi.

"Teman-teman, kalau ingat 2017, ada kasus penyiraman air keras pada seorang, waktu itu penyidik KPK, namanya Novel Baswedan," ujar Dimas.

"Teman-teman bisa googling nanti gitu ya. Kurang lebih ketika ditangkap, pelakunya juga menyampaikan bahwa motifnya adalah dendam pribadi," imbuh dia.

Adapun kasus ini telah dilimpahkan Puspom TNI setelah sempat ditangani oleh Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Sidang perdana kasus penyiraman air keras ini akan digelar di Pengadilan Militer II-08 pada Rabu (29/4/2026).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.