TRIBUNJAMBI.COM - Sebuah video yang memperlihatkan aksi nekat seorang remaja perempuan di atas jembatan mendadak viral di media sosial.
Peristiwa tersebut terjadi di Jembatan Mangngottong pada Minggu (26/4/2026) malam.
Dalam rekaman berdurasi singkat itu, remaja berinisial RA (17) terlihat berdiri di tepian jembatan dalam kondisi yang mengkhawatirkan, seolah hendak mengakhiri hidupnya.
Situasi menegangkan itu sontak menyita perhatian warga sekitar.
Beruntung, aksi tersebut berhasil digagalkan berkat kesigapan masyarakat yang berada di lokasi kejadian.
Viral dari Rekaman Pengendara
Video momen tersebut pertama kali direkam oleh seorang pengendara mobil yang melintas di lokasi.
Baca juga: Ultimatum Keras Noel Ebenezer ke KPK, Siap Ungkap Dugaan Praktik Tak Etis
Baca juga: Kesaksian Anak yang Ayahnya Dikeroyok hingga Tewas di Pinang Merah Kota Jambi
Rekaman berdurasi sekitar 25 detik itu kemudian diunggah ke media sosial dan dengan cepat menyebar luas, memicu keprihatinan publik.
Dalam video, terlihat warga berusaha mendekati dan menenangkan remaja tersebut hingga akhirnya berhasil diamankan.
Dipicu Masalah Keluarga
Kepala Desa Saukang, Waris, membenarkan kejadian tersebut.
Ia menyebut, remaja dalam video memang merupakan warganya.
“Benar, kejadiannya semalam,” ujarnya, Senin (27/4/2026).
Menurut Waris, aksi tersebut diduga dipicu persoalan keluarga.
RA disebut sempat dimarahi setelah membawa pacarnya ke rumah, yang kemudian memicu emosi.
“Dia sempat dimarahi keluarganya, jadi terbawa emosi,” jelasnya.
Berhasil Diselamatkan Warga
Warga yang berada di sekitar lokasi langsung bergerak cepat begitu melihat kondisi tersebut.
Tanpa menunggu lama, mereka mendekati korban dan berupaya menenangkan hingga akhirnya berhasil mencegah aksi nekat itu.
“Beruntung bisa diselamatkan sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan,” tambah Waris.
Polisi Ingatkan Peran Keluarga
Menanggapi kejadian tersebut, pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih peka terhadap kondisi psikologis anggota keluarga, khususnya remaja.
Kasi Humas Polres Sinjai, Iptu Agus Santoso, menekankan pentingnya komunikasi yang baik dalam keluarga.
“Orang tua diharapkan mengedepankan pendekatan persuasif dalam menyelesaikan masalah,” katanya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu bertindak jika menemukan situasi serupa.
“Jika melihat indikasi percobaan bunuh diri, segera bantu dan laporkan ke pihak berwenang,” tegasnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa dukungan keluarga dan lingkungan sekitar memiliki peran besar dalam menjaga kesehatan mental, terutama bagi remaja yang rentan mengalami tekanan emosional.